Tenis

Azarenka, Lelah dan Habis Energi

Kompas.com - 28/09/2012, 05:58 WIB

Saat tubuh meminta untuk berhenti, apa yang bisa dilakukan oleh seorang petenis nomor satu dunia sekalipun? Tidak ada, kecuali berhenti. Victoria Azarenka mendadak mundur dari turnamen tenis Pan Pasifik Terbuka di Tokyo setelah melaju ke perempat final dengan mengalahkan Roberta Vinci, 6-4, 6-2, Rabu (26/9). Petenis Belarus itu seharusnya menghadapi petenis Jerman, Angelique Kerber, di delapan besar.

Azarenka mundur karena merasa sangat lelah dan tak punya energi lagi untuk melanjutkan pertandingan. Sewaktu melawan Vinci, Azarenka tampak tidak terlalu bugar. Ia mengeluh pusing. Tekanan darahnya dicek saat kedudukan 4-3 untuk kemenangan Vinci. Karena hasilnya baik-baik saja, petenis berusia 23 tahun itu kembali melanjutkan laga dan bahkan ia menemukan momen untuk menyerang ketika pukulan forehand Vinci mengenai net.

”Saya merasa pusing di lapangan. Kepala saya berputar-putar di antara poin demi poin. Saya mencoba menyelesaikan poin secepat mungkin,” ujar Azarenka.

Petenis cantik yang dikalahkan Serena Williams di final AS Terbuka 2012 itu langsung mendapatkan irama permainan pada set kedua. Ia tidak memberikan kesempatan kepada Vinci dan unggul 4-0.

Namun, mendadak pada Kamis kemarin Azarenka menyatakan mundur. ”Sebelum turnamen dimulai, saya sudah merasa tidak terlalu sehat. Saya merasa energi saya sangat rendah. Ini bukan saya yang sebenarnya. Saya merasa tidak mungkin untuk bertanding hari ini (melawan Kerber),” tutur juara Grand Slam Australia Terbuka itu.

Azarenka menduga tubuhnya sangat lelah setelah bertanding sepanjang musim hingga Olimpiade London dan pertaruhan terbesarnya, AS Terbuka, awal bulan ini. ”Selebihnya masih belum tahu ada apa di tubuh saya ini,” ucapnya lagi.

Kelelahan mendera hampir semua petenis pada musim ini, seperti pernah terjadi tahun 2008 ketika dihelat pesta olahraga akbar olimpiade. Petenis peringkat pertama ATP, Roger Federer, beberapa waktu lalu juga mengatakan sangat lelah melalui musim yang panjang tahun ini.

Petenis asal China, Li Na, yang biasanya tampak garang, kali ini tidak terlalu bugar ketika melawan petenis Denmark, Caroline Wozniacki. Selain unforced error, Li Na membikin banyak double fault. Peringkat kedelapan WTA itu pun tersingkir. Bahkan, Wozniacki, yang pekan lalu meraih satu-satunya titel sejauh ini di Seoul, sempat merasakan kelelahan. ”Pada pertandingan pertama, setelah set pertama, energi saya menurun tajam. Namun, akhirnya saya bisa kembali pulih,” ujarnya.

Selain Azarenka dan Li Na, petenis peringkat atas yang tersingkir di Pan Pasifik ini adalah petenis ayu asal Rusia, Maria Sharapova. Ia kandas di tangan Samantha Stosur.

Venus Williams pernah didiagnosis menderita penyakit yang menyerang imunitasnya sehingga ia selalu merasa lelah. ”Ini lebih dari lelah,” kata Venus di stasiun televisi ABC tahun lalu.

Novak Djokovic mengatakan, petenis harus pintar mengatur tubuhnya sendiri dan jadwal bertanding. Jika merasa lelah, jangan dipaksakan karena akibatnya bisa fatal. Pantas petenis Serbia ini selalu terlihat segar di lapangan. (AP/AFP/IVV)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau