Saat tubuh meminta untuk berhenti, apa yang bisa dilakukan oleh seorang petenis nomor satu dunia sekalipun? Tidak ada, kecuali berhenti. Victoria Azarenka mendadak mundur dari turnamen tenis Pan Pasifik Terbuka di Tokyo setelah melaju ke perempat final dengan mengalahkan Roberta Vinci, 6-4, 6-2, Rabu (26/9). Petenis Belarus itu seharusnya menghadapi petenis Jerman, Angelique Kerber, di delapan besar.
Azarenka mundur karena merasa sangat lelah dan tak punya energi lagi untuk melanjutkan pertandingan. Sewaktu melawan Vinci, Azarenka tampak tidak terlalu bugar. Ia mengeluh pusing. Tekanan darahnya dicek saat kedudukan 4-3 untuk kemenangan Vinci. Karena hasilnya baik-baik saja, petenis berusia 23 tahun itu kembali melanjutkan laga dan bahkan ia menemukan momen untuk menyerang ketika pukulan forehand Vinci mengenai net.
”Saya merasa pusing di lapangan. Kepala saya berputar-putar di antara poin demi poin. Saya mencoba menyelesaikan poin secepat mungkin,” ujar Azarenka.
Petenis cantik yang dikalahkan Serena Williams di final AS Terbuka 2012 itu langsung mendapatkan irama permainan pada set kedua. Ia tidak memberikan kesempatan kepada Vinci dan unggul 4-0.
Namun, mendadak pada Kamis kemarin Azarenka menyatakan mundur. ”Sebelum turnamen dimulai, saya sudah merasa tidak terlalu sehat. Saya merasa energi saya sangat rendah. Ini bukan saya yang sebenarnya. Saya merasa tidak mungkin untuk bertanding hari ini (melawan Kerber),” tutur juara Grand Slam Australia Terbuka itu.
Azarenka menduga tubuhnya sangat lelah setelah bertanding sepanjang musim hingga Olimpiade London dan pertaruhan terbesarnya, AS Terbuka, awal bulan ini. ”Selebihnya masih belum tahu ada apa di tubuh saya ini,” ucapnya lagi.
Kelelahan mendera hampir semua petenis pada musim ini, seperti pernah terjadi tahun 2008 ketika dihelat pesta olahraga akbar olimpiade. Petenis peringkat pertama ATP, Roger Federer, beberapa waktu lalu juga mengatakan sangat lelah melalui musim yang panjang tahun ini.
Petenis asal China, Li Na, yang biasanya tampak garang, kali ini tidak terlalu bugar ketika melawan petenis Denmark, Caroline Wozniacki. Selain unforced error, Li Na membikin banyak double fault. Peringkat kedelapan WTA itu pun tersingkir. Bahkan, Wozniacki, yang pekan lalu meraih satu-satunya titel sejauh ini di Seoul, sempat merasakan kelelahan. ”Pada pertandingan pertama, setelah set pertama, energi saya menurun tajam. Namun, akhirnya saya bisa kembali pulih,” ujarnya.
Selain Azarenka dan Li Na, petenis peringkat atas yang tersingkir di Pan Pasifik ini adalah petenis ayu asal Rusia, Maria Sharapova. Ia kandas di tangan Samantha Stosur.
Venus Williams pernah didiagnosis menderita penyakit yang menyerang imunitasnya sehingga ia selalu merasa lelah. ”Ini lebih dari lelah,” kata Venus di stasiun televisi ABC tahun lalu.
Novak Djokovic mengatakan, petenis harus pintar mengatur tubuhnya sendiri dan jadwal bertanding. Jika merasa lelah, jangan dipaksakan karena akibatnya bisa fatal. Pantas petenis Serbia ini selalu terlihat segar di lapangan.