Tak Perlu Cemas, Coronavirus Baru Beda dengan SARS

Kompas.com - 28/09/2012, 09:59 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Kesehatan melalui Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL),  mengimbau jamaah haji yang berangkat ke Tanah Suci untuk tidak khawatir dengan ancaman Coronavirus baru.

Sejauh ini, tidak ada jamaah haji Indonesia dan juga tidak ada jamaah dari negara manapun yang terkena infeksi Coronavirus baru ini. Data dunia juga menunjukkan tidak ada penambahan kasus confirmed dari coronavirus baru yang sementara ini diberi nama  yaitu  "London1_novel CoV 2012."

Seperti yang diungkapkan Dirjen P2PL Prof. dr. Tjandra Yoga Aditama dalam siaran pers yang dipublikasikan oleh Pusat Komunikasi Publik Kemenkes, Kamis (27/9/2012). Virus ini berbeda dengan coronavirus yang menyebabkan SARS beberapa tahun yang lalu. Kewaspadaan terhadap strain baru Coronavirus telah dilakukan dengan memperbaharui (update) perkembangan kasus Coronavirus melalui internet, media lokal di Arab Saudi serta arahan dari Kementerian Kesehatan.

Selain hal tersebut di atas, dilakukan pula peningkatan surveillance kewaspadaan jamaah haji yang datang di bandara, termasuk jamaah sakit yang berkunjung ke poli kesehatan Indonesia di airport, poli Octagon; dilakukan koordinasi dengan tim penerangan Kementerian Agama, dengan pemberian pesan-pesan kesehatan terkait kasus maupun tips kesehatan selama musim haji. Meningkatkan kewaspadaan di tingkat kloter dengan peningkatan awareness dokter kloter terhadap kasus, dengan informasi seputar Coronavirus, saat jamaah mengambil tas obat-obatan di poli Octagon.

Tjandra mengharapkan, surveillance ketat dilakukan di tingkat kloter, terutama pengawasan jamaah sakit dengan tanda-tanda mirip kasus Coronavirus.

Ia menjelaskan, 5 orang kasus di Odense University Hospital Denmark yang sejak kemarin di label (sesuai definisi WHO) sebagai "cases under investigation" terhadap infeksi baru ini, ternyata di infeksi oleh virus Influenza B yang memang biasa menyebabkan flu, bukan coronavirus. Pasien-pasien tersebut dipulangkan dari rumah sakit Kamis (27/9/2012) kemarin.

Sementara laporan kluster kasus 13 orang terkena coronavirus dari Castle Peak Hospital Hongkong beberapa hari yang lalu, sudah dikonfirmasi bahwa mereka terinfeksi "human coronavirus NL63", suatu jenis corona virus yang sudah lama ada dan menyebabkan infeksi saluran napas yang ringan.

Disampaikan Tjandra, sampai dengan hari ke-6 kedatangan jamaah haji Indonesia di Bandara Internasional King Abdul Aziz Jeddah, jumlah kloter yang telah mendarat sebanyak 52 kloter dengan jumlah jamaah 19.286 orang (10.069 orang di antaranya tergolong risiko tinggi/risti (52%)). Kegiatan yang ada adalah kunjungan poliklinik di Octagon (berfungsi sebagai BPHI Jeddah), sebanyak 97 orang, dengan kasus rujukan 2 orang, 1 dengan CRF dan 1 Syok Kardiogenik. Data sementara dari 97 kunjungan poliklinik, 18 orang diantaranya dengan keluhan akibat penerbangan.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau