FR Pernah Ditahan pada Tahun 2011

Kompas.com - 28/09/2012, 14:08 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Kepala Satuan Reserse Krimiminal Kepolisian Resor Jakarta Selatan Ajun Komisaris Besar Hermawan membenarkan FR, pelajar SMA Negeri 70 yang menjadi tersangka pembacokan Alawy Yusianto Putra (15), pernah terlibat kasus pengeroyokan pada 2011. Saat itu ia sempat berstatus tahanan polisi.

"Tahun 2011 FR pernah ditahan dalam kasus pengeroyokan," ungkap Ajun Komisaris Besar Hermawan dalam pernyataan pers di Markas Polres Metro Jakarta Selatan, Jumat (28/9/2012).

Kasat Reskrim menjelaskan, dalam peristiwa tawuran di tahun 2011 itu, FR ditahan karena menghantam korban dengan gir yang menyebabkan kepala korban mengalami luka sobek. Proses hukum di kepolisian akhirnya dihentikan setelah keluarga korban dan keluarga pelaku memilih jalur damai. Dengan rekonsiliasi itu, FR pun dilepaskan dari tahanan polisi dan jerat hukum.

"Pada saat itu pelapor dan terlapor melalui komite sekolah didamaikan," kata Hermawan.

Ia menyanggah pernyataan kuasa hukum FR yang menyebutkan kasus yang menjerat FR di tahun 2011 itu bukan kasus pidana. Menurut Nazarudin Lubis, kuasa hukum FR, kasus tersebut adalah masalah kenakalan remaja biasa.

"Saat itu kasus pidana," ujar Hermawan menegaskan.

Ia membenarkan ada motif balas dendam dalam kasus tersebut. Penyerangan di dekat Patung Tangan, Bulungan, itu memiliki hubungan dengan pemukulan siswa SMA Negeri 70 oleh siswa SMA Negeri 6 beberapa hari sebelumnya.

Meski begitu, ia menyatakan, penyerangan yang terjadi tidak terencana. Alasannya, mereka tidak terkonsentrasi di tempat yang sama sebelumnya. Para pelajar berada dalam kelompok-kelompok terpisah dan kebetulan bertemu di tempat yang sama.

 Berita terkait tawuran pelajar dapat diikuti di topik: Tawuran Berdarah.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau