Sepak bola

Menantikan Laga Nostalgia Roma dan Juve

Kompas.com - 29/09/2012, 05:48 WIB

Roma, Jumat - Juventus harus menyuguhkan penampilan yang jauh lebih baik saat ditantang AS Roma di laga lanjutan Liga Italia Serie A pekan depan di Turin. Pelatih Roma asal Ceko, yang baru bergabung musim ini, Zdenek Zeman, tidak memiliki target lain, selain mematahkan rekor 44 laga tak terkalahkan Juventus di Liga Italia.

Juve belum terkalahkan sejak musim lalu. Kendati penampilannya buruk saat melawan Fiorentina, Selasa lalu, tetap saja klub ini menahan imbang lawan 0-0. Namun, melawan Roma, Juve harus ekstra hati-hati. Roma yang sukar ditebak plus Zeman yang memberi suntikan semangat baru adalah tantangan berat bagi Juve.

Kehadiran Zeman membuat pertemuan Juve dan Roma ini mengingatkan pada peristiwa 14 tahun lalu. Kala itu, Zeman, yang melatih Roma dari tahun 1997-1999, mengatakan, ada praktik doping steroid di skuad Juventus, yang menghebohkan jagat sepak bola Italia.

Halaman-halaman surat kabar Italia penuh kabar dugaan doping ini. Buntutnya, seorang ofisial Juve dijatuhi sanksi. Bekas pemain Parma, Matias Almeyda, bahkan menulis buku yang di dalamnya berisi pengakuannya mengonsumsi doping.

Ketika kedua klub besar ini kembali bertemu, dengan Zeman di dalamnya, bara 14 tahun lalu bak menganga lagi. Orang-orang di dalam klub berbeda dengan yang dulu. Namun, isu ini tetap saja mencuat. Apalagi, Zeman justru mengungkitnya setelah ditanya wartawan, Kamis (27/9).

”Saya mengatakan, ada doping di sepak bola. Beberapa pemain mengatakan, perbaikan tidak akan menghapus jejak masa lalu,” kata Zeman.

Pernyataan Zeman ini membuat suporter Juventus meradang. Zeman tetap kalem. Dia fokus pada pertandingan, memberikan yang terbaik untuk Roma.

”Kalau mereka marah kepada saya, mereka seharusnya juga marah kepada semua jaksa, pengadilan, dan semua orang,” kata Zeman, pelatih berusia 65 tahun yang banyak melatih klub-klub di Italia ini.

Belajar

Menghadapi Roma, striker Juventus, Mirko Vucinic, yakin, timnya akan menang. Dia pernah dilatih Zeman pada 2006 ketika bermain untuk Lecce.

”Saya mencetak 19 gol dan saya senang dengan yang dia (Zeman) berikan kepada saya,” kata Vucinic kepada Corriere dello Sport.

Vucinic menambahkan, setelah itu dia juga belajar kepada manajer lain yang juga mengajarkan sesuatu yang baru. Dia banyak belajar. ”Satu-satunya hal di pikiran kami adalah menang. Saya berlatih keras dan kami hidup untuk menang,” katanya.

Bagi Vucinic, hidup di Roma itu seperti di dalam panci masak penuh tekanan. Setelah pindah ke Turin, rasanya berbeda. ”Orang-orang di sini penuh damai,” ujarnya.

Dia masih berteman dengan beberapa orang di Roma. ”Saya masih berhubungan dengan (Daniele) De Rossi (gelandang Roma), dan kami mengobrol. Namun, di lapangan, kami adalah musuh,” katanya.

Selain Juve dan Roma, laga seru lainnya adalah antara Napoli dan Sampdoria, AC Milan melawan Parma, dan Inter Milan menghadapi Fiorentina. Juve dan Napoli kini sama-sama meraih angka 13, bersama di puncak klasemen. (AP/AFP/IVV)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau