Ibu FR "Shock", Belum Menjenguk

Kompas.com - 29/09/2012, 14:37 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Fitra Ramadhani alias FR (19), tersangka pembacokan terhadap Alawy Yusianto Putra (15), hingga kini masih menjalani penyidikan di Mapolrestro Jakarta Selatan. Ia pun sudah mendapat kunjungan dari pihak-pihak yang dekat dengan dirinya.

"Guru-gurunya sudah datang, teman-teman sekolahnya juga sudah," kata Kapolres Jakarta Selatan Komisaris Besar Wahyu Hadiningrat, Sabtu (29/9/12), di Mapolrestro Jakarta Selatan.

Sementara dari pihak keluarga, FR baru dijenguk oleh ayahnya saja. Sementara sang ibu hingga kini belum pernah menjenguknya.

"Ibunya belum pernah datang, kabarnya masih shock atas penangkapan FR," ucapnya.

FR merupakan anak kelima dari enam bersaudara. Ayahnya adalah seorang pengusaha mebel yang bermukim di Bali.

Saat melarikan diri setelah peristiwa perkelahian pelajar antara SMAN 6 dan SMAN 70, Senin (24/9/12), FR turut dibantu oleh tiga orang saudaranya, DD, D dan GP. Ketiganya pun memiliki peran masing-masing.

DD bertugas menemani FR lari ke Yogyakarta dengan bus, lalu menyembunyikan FR di kos-kosan milik temannya, AD. Sementara D dan GP rencananya akan membawa FR kabur ke Banyuwangi, sebelum tertangkap polisi di terminal Condong Catur, Ringroad Utara, Yogyakarta, Kamis (27/9/12) pagi.

Atas perbuatannya yang menewaskan Alawy Yusianto Putra (15), FR terancam dijerat Pasal 170 mengenai Pengeroyokan, Pasal 351 Ayat 3 mengenai Penganiayaan dan Pasal 338 mengenai Pembunuhan. Dengan usianya yang sudah 19 tahun, FR terancam terkena pidana biasa karena UU Perlindungan Anak sudah tidak berlaku untuk dirinya.

Berita lain terkait FR dan tawuran pelajar di Jakarta dapat diikuti di topik: Tawuran Berdarah.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau