JAKARTA, KOMPAS.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) telah meminta penjelasan kepada perusahaan PT Kedaung Indah Can Tbk (KICI), sehubungan dengan aktivitas perdagangan saham perusahaan yang melonjak signifikan. Dalam perdagangan saham Jumat (28/9/2012), saham KICI melonjak 22 poin (11,7 persen) ke level Rp 210 per lembar saham. Padahal selama ini harga saham KICI tetap stabil di level Rp 188 per lembar saham.
Berdasarkan keterangan tertulis perusahaan yang disampaikan di BEI, Sabtu (29/9/2012), perusahaan menjelaskan bahwa sampai saat ini perseroan tidak mengetahui adanya aktivitas dari pemegang saham tertentu. Hal ini sebagaimana diatur dalam Peraturan No X.M.1 lampiran Keputusan Ketua Bapepam No Kep-82/PM/1996 tanggal 17 Januari 1996.
"Sampai saat ini manajemen tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi nilai efek perusahaan atau keputusan investasi pemodal," tulis dokumen yang diserahkan ke BEI tersebut.
Saat ini perseroan belum memiliki rencana untuk melakukan tindakan korporasi dalam waktu dekat, termasuk rencana korporasi yang akan berakibat terhadap pencatatan saham perseroan di bursa. Selain itu, perseroan saat ini tidak memiliki informasi atau fakta kejadian penting lainnya yang material dan dapat mempengaruhi harga efek perseroan, serta kelangsungan hidup perseroan yang harus diungkap ke publik.
KICI merupakan perusahaan yang memproduksi peralatan rumah tangga seperti panci, gelas, piring atau teko yang berbahan logam atau timah. Perusahaan yang berdiri pada 1979 ini berlokasi di Surabaya Jawa Timur. Untuk memproduksi barang-barang tersebut, perseroan bekerjasama dengan perusahaan serupa asal Jepang.
Hingga akhir tahun ini, KICI menargetkan pendapatan Rp 105,02 miliar, naik 20 persen dibanding pencapaian 2011. Namun pada kuartal I-2012 lalu, perseroan mengalami penurunan penjualan sebesar 6,22 persen menjadi Rp 18,68 miliar dibanding tahun 2011.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang