SOLO, KOMPAS.com — Bank BNI melalui dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) memilih menghijaukan kota-kota di Indonesia, misalnya melalui pembangunan hutan kota dan taman kota.
Setiap tahun Bank BNI menyisihkan anggaran 4 persen dari laba perusahaan untuk dana bina lingkungan, termasuk pembangunan hutan dan taman kota. Laba Bank BNI tahun 2011 mencapai Rp 5,6 triliun, sedangkan pada tahun 2012 hingga Juni sudah mencapai Rp 3,8 triliun.
"Ini bentuk komitmen kami untuk membantu pemerintah daerah meningkatkan kualitas daerahnya. Dengan area hijau yang lebih luas sekaligus dapat membantu pelestarian plasma nutfah dan konservasi flora dan fauna," kata Direktur Kepatuhan Bank BNI Ahdi Jumhari Luddin seusai seremoni Kick-Off Pembangunan Hutan Kota BNI di Stadion Manahan, Solo, Jawa Tengah, Minggu (30/9/2012).
Sebelum Solo, Bank BNI telah membangun hutan dan taman kota di sejumlah daerah, seperti di Banda Aceh, Bali, dan Yogyakarta. Ke depan, pihaknya akan membangun hal serupa di Medan dan Palangkaraya.
Di Manahan, pembangunan hutan kota ditandai dengan penanaman pohon-pohon langka dan pohon khas daerah setempat, seperti sawo kecik (Manilkara kauki), manglit (Magnolia brumet prant), kantil (Mechechle alba), asam jawa (Tamarindus indica), dan wuni (Antendesma bunius).
Wali Kota Solo Joko Widodo berterima kasih atas bantuan Bank BNI membangun hutan kota yang sekaligus membantu niat Pemerintah Kota Solo mewujudkan 30 persen ruang terbuka hijau. Dengan terbangunnya hutan kota, akan dilepas berbagai jenis satwa seperti rusa dan aneka burung.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang