BARCELONA, SABTU - Badai topan menyapu pasar malam di kota Gandia, Spanyol, merobohkan kincir ria dan mencederai 35 orang. Sementara korban tewas akibat banjir bandang di kawasan Spanyol selatan naik menjadi 10 orang. Demikian menurut pihak berwenang, Sabtu (29/9).
Topan hari Jumat itu merusak beberapa wahana rekreasi dan memutus aliran listrik di pasar malam sementara yang dibangun di alun-alun kota Gandia. Sebanyak 15 orang cedera parah.
Media setempat melaporkan, pasar malam di Provinsi Valencia itu ditutup untuk umum pada saat hujan badai dan semua korban adalah karyawan pasar malam itu.
Tidak jauh dari kota itu, lima korban tewas akibat banjir bandang di sebelah barat daya Gandia ditemukan Jumat malam.
Juru bicara pemerintah daerah Andalucia mengatakan, Sabtu, hujan lebat dan banjir bandang yang menyusul juga telah menewaskan lima orang di Provinsi Murcia.
Jubir itu mengatakan, seorang perempuan Inggris berusia 52 tahun dan seorang pria tunawisma hilang di kota Almeria, Murcia. Banjir itu juga mengganggu layanan kereta api kecepatan tinggi antara Madrid dan Valencia, dan sejumlah jalur kereta api regional.
Hujan lebat yang dimulai Jumat pagi itu berlanjut sampai Sabtu, dengan badai bergerak ke utara ke arah Catalonia dan Kepulauan Balearic.
Dari Pakistan dilaporkan, hujan monsun dan banjir telah menewaskan lebih dari 400 orang selama musim hujan tahun ini.
Pakistan setiap tahun dilanda banjir yang disebabkan hujan monsun lebat yang menyapu negara itu mulai awal September dan menyebabkan sungai-sungai meluap.
Otoritas Penanganan Bencana Nasional Pakistan mengatakan, Jumat pekan lalu, 422 orang tewas dan hampir 3.000 orang cedera selama musim hujan tahun ini. Sekitar lima juta orang juga terkena dampak banjir tersebut.
Provinsi Sindh di Pakistan tenggara merupakan yang paling parah terkena dampak, dengan 239 korban tewas.
Seorang pejabat otoritas penanganan bencana itu, Mayor Iftikhar Ahmed, mengatakan, curah hujan tahun ini lebih kecil dibandingkan tahun 2010 ketika bencana banjir menyebabkan seperlima negara itu terendam dan 1.985 orang tewas. Tahun lalu, 443 orang tewas karena banjir.
Pakistan pada tahun-tahun terakhir berjuang untuk menangani kekacauan yang disebabkan hujan dan banjir di seluruh negeri. Seorang jubir otoritas bencana itu, Ahmad Kamal, mengatakan, pemerintah belum meminta bantuan asing. ”Sudut pandang pemerintah adalah bahwa situasi ini ditangani dengan sumber daya sendiri,” katanya.
UNICEF mengimbau donatur internasional menyediakan 15,4 juta dollar AS untuk membantu para korban selama tiga sampai enam bulan mendatang. Dalam pernyataan resmi, Jumat, badan PBB yang menangani anak-anak itu mengatakan telah membantu pasokan air minum kepada korban banjir di Provinsi Baluchistan, Punjab, dan Sindh.
UNICEF menyatakan kekhawatirannya mengenai anak-anak yang harus mengungsi tanpa akses air minum dan rentan penyakit, seperti diare, malaria, dan pneumonia.