ABUJA, KOMPAS.com — Proyek-proyek negara tentang jalan, pabrik-pabrik, dan ratusan proyek di Nigeria sudah terbiasa telantar. Janji-janji perampungan proyek sudah berlangsung bertahun-tahun, tetapi tetap berakhir dengan ketelantaran.
Setelah 52 tahun merdeka dari Inggris, Nigeria yang kayak minyak ini tidak berhasil membangun infrastruktur. Nigeria hanya disibukkan dengan isu-isu korupsi sepanjang kemerdekaan.
Pada 1 Oktober, Senin, menandai hari kemerdekaan, Nigeria menyampaikan rencana untuk merampungkan 1.200 proyek publik yang telantar. Pemerintahan di bawah Presiden Goodluck Jonathan bertekad menyelesaikan proyek-proyek itu.
Menanggapi itu rakyat bertanya, "Apa ini nyata?" Menteri Keuangan Ngozi Okonjo-Iweala mengatakan, "Presiden Goodluck Jonathan sedang mencoba membuktikan janji nyata lewat proyek."
Dikatakan, perjanjian pelaksanaan proyek bersama Bank Exim China sudah diteken untuk pendanaan proyek-proyek. Pemerintah Nigeria mengakui sikap rakyat yang sudah skeptis. Namun, pemerintah mencoba meyakinkan rakyat bahwa proyek-proyek akan dirampungkan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang