Thailand Ingin Jadi Tuan Rumah GP F1

Kompas.com - 01/10/2012, 21:52 WIB

BANGKOK, Kompas.com - Thailand sedang melakukan pembicaraan untuk dapat menjadi tuan rumah Formula 1 untuk pertama kalinya pada 2014, demikian disampaikan menteri olahraga dan pariwisata negara itu pada Senin.
    
"Kelihatannya kami tidak akan mendapat masalah," kata Chumpol Silpa-archa kepada AFP, sambil menambahkan bahwa negosiasi dengan badan pengurus Formula 1, FIA, sudah berlangsung separuh jalan.
    
Namun ia mengatakan bahwa negaranya masih perlu mencari lokasi yang cocok, karena sirkuit yang sudah ada di resort tepi pantai di Pattaya, sekitar satu jam berkendara dari ibukota Bangkok, "tidak sempurna."
    
"Kami akan mendiskusikan kemungkinan-kemungkinan dan akan tahu lebih banyak pada beberapa pekan mendatang," kata Chumpol.
    
Hal ini akan menandai pencapaian baru Formula 1 di Asia, di mana Singapura, Malaysia, China, Korea Selatan, Jepang, dan India akan menjadi tuan rumah pada tahun depan menurut jadwal FIA yang diumumkan pada Jumat.
    
Pebalap tim Red Bull, Mark Webber, disambut oleh kerumunan massa yang diperkirakan berjumlah lebih dari 100.000 orang, ketika ia mengendarai mobil balap melewati jalan-jalan Bangkok pada Desember 2010, sebagai bagian dari perayaan ulang tahun raja Thailand.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau