Kecelakaan

42 Korban Tabrakan Dirawat di RS Cirebon

Kompas.com - 02/10/2012, 12:42 WIB

 

CIREBON, KOMPAS.com — Sebanyak 42 korban tabrakan antara bus Garuda Mas dan sebuah truk pengangkut semen pada Senin malam dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Waled, Cirebon, Jawa Barat. Umumnya korban mengalami patah tulang.

Dari pengamatan Kompas, Selasa (2/10/2012), pasien berjubel di instalasi gawat darurat RSUD Waled. Beberapa di antaranya berteriak kesakitan.

Kepala Pelayanan Medis RSUD Waled Yadi Supriadi mengatakan, dari 42 orang yang dibawa ke rumah sakit, sebanyak lima orang di antaranya meninggal. "Empat orang sudah dikenali dan satu lainnya belum teridentifikasi. Korban yang belum diketahui itu berjenis kelamin perempuan," katanya.

Dari keseluruhan korban, 27 di antaranya mengalami luka berat, seperti patah tulang dan cedera kepala. Sopir bus yang bernama Nur Khamid salah satunya yang luka berat. Ia dirujuk ke Rumah Sakit Mitra Plumbon, Cirebon. "Ia mengalami cedera kepala berat sehingga perlu perawatan lebih lanjut di rumah sakit  dengan peralatan yang lebih memadai," kata Yadi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau