Perlukah Diabetesi Pantang Makanan Manis?

Kompas.com - 02/10/2012, 16:24 WIB

Kompas.com - Diabetes atau penyakit kencing manis masih sering dianggap sebagai penyakit yang disebabkan karena kelebihan gula. Karena itu gula dan makanan manis lain menjadi musuh utama para penderita diabetes (diabetesi).

Diabetes melitus merupakan penyakit yang ditandai oleh tingginya kadar gula dalam darah. Pada dasarnya hal itu terjadi karena tubuh tidak dapat memproduksi hormon insulin secara cukup.

Makanan memang peranan penting dalam peningkatan kadar gula darah. Pada proses makan, makanan yang dimakan akan dicerna di dalam usus dan kemudian diubah menjadi suatu bentuk gula yang disebut glukosa. Kemudian glukosa akan diserap oleh dinding usus dan beredar ke dalam aliran darah.

Pada diabetesi, masalahnya adalah kurangnya insulin sehingga glukosa tidak dapat masuk ke dalam sel untuk diubah menjadi energi. Gangguan insulin tersebut paling sering dihubungkan dengan kegemukan.

Mengurangi makanan manis atau sumber gula memang dianjurkan untuk mencegah lonjaknya kadar gula darah. Tetapi menurut Dr.Fiastuti Witjaksono, spesialis gizi klinik dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, seperti halnya orang yang sehat, pengidap diabetes sebenarnya tetap boleh mengonsumsi gula.

"Namun porsi gulanya dibatasi hanya lima persen dari total kalori harian. Kalau misalnya kita mengasup 1.800 kalori itu berarti gula atau karbohidrat yang boleh dikonsumsi hanya 25-30 gram per hari atau sama dengan 3 sendok makan," paparnya.

Dalam buku Diabetes? Siapa Takut? yang ditulis oleh Prof.Sri Hartini Kariadi, Sp.PD, disebutkan bahwa pengaturan makan pada diabetesi adalah untuk menurunkan kadar gula darah mendekati normal dengan menyeimbangkan asupan makanan, obat, dan aktivitas fisik.

"Makanan diabetesi tidak perlu dibedakan dengan orang normal, tetapi perlu diingat prinsip 3J, yakni jenis makanan, jumlah, dan jadwal makannya," tulis Prof.Sri.

Penuhi prinsip gizi seimbang dengan mencukupi kebutuhan karbohidrat, lemak, protein, vitamin, dan mineral yang berasal dari sumber sehat.

Diabetesi dianjurkan membatasi makanan sumber karbohidrat komplek seperti nasi, mi, jagung, roti, kentang, dan makanan lain yang terbuat dari tepung-tepungan. Sebagai gantinya, perbanyak asupan serat seperti sayur dan buah.

Pada permulaan, diabetesi dianjurkan untuk menimbang makanan sesuai dengan saran dokter. Bila gula darah terkendali, selanjutnya bisa makan dari menu keluarga asal jumlah makanan ditakar. Yang tidak kalah penting adalah mengimbanginya dengan aktivitas fisik.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau