Siap-siap... Tanaman Anda "Nge-Twitt" Minta Disiram!

Kompas.com - 02/10/2012, 16:42 WIB

KOMPAS.com - Selain proyek "gila" dicetuskan di Universitas Keio, Jepang, yang membuat tanaman dapat melambaikan rantingnya untuk mendapatkan perhatian dari pemiliknya, penelitian lain lebih praktis. Penelitian ini bahkan bisa mengusahakan tanaman melambaikan tangannya pada si pemilik pohon.

Salah satunya adalah penelitian untuk menciptakan robot yang mengurus tanaman Anda. Jadi, Anda tak perlu mengurusnya sendiri.

Peneliti dari Massachusetts Institute of Technology (MIT) misalnya, tengah mengeksplorasi area robotik ini. Mereka menyebut penelitian ini dengan robotany sejak beberapa tahun lalu.

Para peneliti MIT melihat cara pemilik tanaman memindah-mindahkan tanaman demi mendapatkan sinar matahari yang cukup. Komponen robotik hasil penelitian mereka pun akan memindahkan tanaman ke lokasi berbeda-beda di rumah untuk optimalisasi cahaya.

Proyek MIT ini belum sampai pada tahap produk untuk konsumen. Namun, beberapa area robotany lainnya telah tersedia di internet. Contohnya, Blue River Technology yang kini tengah mengembangkan Lettuce Bot. Tujuannya adalah untuk otomatisasi robot pertanian dengan roda.

Lettuce Bot adalah robot yang dapat mendeteksi rumput liar hanya dengan melihatnya. Bukan hanya melihat, robot ini juga akan langsung menghilangkan rumput liar tersebut. Harapannya, robot semacam ini akan memperbaiki kualitas makanan dan menurunkan biaya.

Beberapa produk saat ini sudah tersedia di pasaran, antara lain Wi-Fi Plant Sensor seharga 117 Dolar AS. Produk ini membuat tanaman Anda dapat memberi tahu apa yang tengah terjadi lewat telepon. Ya, Anda hanya tinggal menanamkan sensor menyerupai tongkat golf di salah satu pot tanaman Anda.

Menggunakan aplikasi ponsel untuk merekam spesies tanaman, Anda hanya tinggal mengikuti instruksi dari aplikasi tersebut dan mendapatkan amaran untuk menjaga tanaman Anda. Alat tersebut akan mengukur level kelembaban dalam tanah, banyaknya sinar matahari yang didapat tanaman, dan merekam informasi mengenai amaran tersebut.

Ada juga peralatan lain lebih murah. Dengan hanya 19,95 Dolar AS, Anda dapat mengetahui kondisi tanaman Anda. Namun, peralatan ini lebih "kuno". Anda perlu menanamnya di pot yang sama dengan tanaman Anda. Setelah beberapa waktu, cabut peralatan tersebut dan masukkan ke dalam USB-hub di komputer Anda.

Peralatan berbentuk seperti bunga itu akan merekam semua "kegiatan" dan "keperluan tanaman" Anda. Walaupun tidak secara online, Anda kini dapat mengetahui segala yang dibutuhkan oleh tanaman Anda.

Apakah alat-alat ini belum juga membuat Anda terpukau? Mungkin, Anda harus membuat tanaman Anda mengekspos keperluannya di akun Twitter miliknya sendiri. Botanical Plant Monitor seharga 99,95 Dolar AS ini akan memberitahu keadaan tanaman Anda via Twitter.

Ya, alat ini akan memonitor kelembaban tanah di tanaman. Jika level airnya terlalu rendah, ia akan mengirimkan sebuah posting ke dalam akun Twitter-nya untuk dilihat oleh Anda.

Nah, bagaimana menurut Anda?

(Sumber: http://www.houzz.com)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau