JAKARTA, KOMPAS.com — Seorang pembantu rumah tangga (PRT) bernama Acun alias Nona (46) ditemukan tewas bersimbah darah, Selasa siang. Warga sekitar mengaku terakhir melihat Acun yang diduga menjadi korban pembunuhan itu satu hari sebelumnya, yaitu Senin siang.
"Saya terakhir ngeliat dia kemarin siang jam 12.00 WIB. Dia nutup tokonya. Nggak bilang apa-apa," ujar Meylis (56), seorang tetangga, kepada Kompas.com, di lokasi kejadian, Jalan Otista Raya Nomor 59, Bidaracina, Jatinegara, Jakarta Timur, Selasa (2/10/2012) sore.
Meylis menuturkan, setelah pertemuan terakhirnya dengan Nona, ia tak bertemu hingga Selasa siang. Saat itu, Deni, salah seorang karyawan lainnya, hendak mengantar nasi ke kedai tersebut. Namun, ia tak menemukan Nona.
"Dia nelpon majikannya, terus majikannya nelepon saya suruh ngecek toko. Tapi karena saya lagi sibuk, jadinya si Deni sendiri yang ngeliat lewat loteng pakai tangga," ucapnya.
Benar saja, ketika Deni naik ke atas loteng dan mengintip dari sela-sela genteng, ia melihat Nona sudah dalam kondisi tewas. Jasadnya berlumur darah tergeletak menyamping dan tertutup kardus di dalam gudang berukuran 8 x 8 meter persegi tersebut. Tak hanya itu, pintu masuk gudang ditutup oleh krat minuman botol.
Citrawati, pemilik kedai kopi, membenarkan Nona salah satu pegawainya. Toko tersebut biasa buka dari pukul 08.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB.
Sehabis menutup kedai, Nona biasa langsung pulang ke rumahnya di bilangan RT 3 RW 10, Bali Mester, Jatinegara, Jakarta Timur.
"Dia nggak bilang apa-apa sama saya makanya saya suruh pembantu saya yang satu lagi cek ke toko. Ternyata sudah meninggal," ujarnya.
Berdasarkan pantauan, korban mengenakan baju putih dan celana hitam. Korban tergeletak tidur menyamping ke kanan dengan darah di sekeliling jasadnya.
Jasad korban terlihat ditutupi kardus mi instan. Warga sekitar tampak berkerumun di sekitar lokasi kejadian melihat aktivitas polisi.
Pukul 16.30 WIB, jasad wanita malang tersebut langsung dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta Pusat, untuk diotopsi. Empat saksi masih diperiksa intensif di Kepolisian Sektor Jatinegara.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang