Ahok ingin kaji mrt

DPRD: Dibanding Kota Lain, MRT Jakarta Lebih Canggih

Kompas.com - 02/10/2012, 19:37 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Transportasi Massal berbasis rel atau Mass rapid Transit (MRT) Jakarta memang belum berwujud. Namun Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta Selamat Nurdin mengatakan MRT Jakarta lebih canggih dibandingkan moda transportasi serupa di negara lain.

"Kajian studi kelayakan MRT ini dilakukan secara matang dengan melibatkan pakar dari Jepang. Pastikan mahal atau tidaknya MRT Jakarta dibanding kota lain. Yang jelas MRT Jakarta ini lebih canggih," kata Selamat Nurdin di DPRD DKI, Jakarta, Selasa (2/10/2012).   

Nilai proyek MRT Jakarta, dikatakan olehnya, tidak mungkin disamakan dengan negara lain yang terlebih dahulu sudah memulai seperti di Bangkok, Hongkong, dan Singapura. Dana pembangunan ketika itu dipengaruhi tingkat inflasi dan nilai satuan spesifikasi angkutannya.

"Singapura memulai pada tahun 2002. Tentu nilainya lebih murah dari saat ini," kata Selamat.

Nilai proyek proyek MRT Jakarta sebesar Rp 15 triliun atau sekitar 120 milyar Yen dan berasal dari pinjaman Japan International Coorporation Agency (JICA).   

Dikatakan Selamat, peninjauan ulang tidak mungkin dilakukan, apalagi dihentikan. Pembangunan MRT harus dilanjutkan untuk memenuhi fasilitas publik. Apalagi mobilitas masyarakat kota di massa mendatang akan banyak berada di bawah tanah. Apabila tidak mau tertinggal dengan negara lain, Jakarta harus mengikuti pola ini.

"Kalau dibiarkan, masyarakat tidak dapat lagi bergerak. Hal itu harus dihindari dengan upaya pemerintah memberikan layanan transportasi," katanya.

Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih Basuki Tjahaja Purnama menyatakan akan melakukan pengkajian ulang proyek MRT karena besarnya nilai proyek dibandingkan dengan negara lain.

"MRT akan kami teruskan. Kami akan kaji ulang karena hasil kajian dari masyarakat transportasi Indonesia, MRT Indonesia paling mahal se-Amerika Latin dan Asia. Hampir mendekati MRT di Amerika. Tentunya, semua itu butuh trasparansi. Apakah teknologinya seperti itu atau tidak. Hal itu yang akan kita lakukan," kata pria yang akrab disapa Ahok pada Sabtu (22/9/2012) lalu.

Berita lain terkait pembangunan MRT juga dapat diikuti di topik MRT Jakarta.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau