Satwa dilindungi

Harimau Sumatera Mati dalam Penerbangan

Kompas.com - 03/10/2012, 16:35 WIB

 

 

BANDA ACEH, KOMPAS.com - Seekor harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) dari Banda Aceh yang henda k dikirim ke Jatimpark 2, Jawa Timur, mati.

Satwa yang dikirim oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh itu,  diduga mati saat diterbangkan dengan pesawat Garuda Indonesia dari Bandar Udara Sultan Iskandar Muda Aceh menuju Surabaya, Selasa ( 2/10/2012).

Kepala Subbagian Tata Usaha BKSDA Aceh, Afan Absori, Rabu (3/10/2012), di Banda Aceh, mengungkapkan, dari hasil otopsi sementara di Laboratorium Universitas Syiah Kuala, ditemukan adanya memar di pipi kanan harimau itu. Ditemukan pula darah yang keluar dari mulut, hidung, serta mata satwa itu. Kaki kanan harimau itu juga didapati mengalami cerai sendi.

"Padahal saat akan dikirim kondisinya sehat, layak terbang," kata Afan.

Empat ekor harimau sumatera diterbangkan dengan pesawat GA 143 pada 2 Oktober 2012, pukul 11.25 WIB dengan paket Cargo Animal Live. Namun, saat sampai di Medan, ketika  pesawat tersebut transit, pihak Garuda memutuskan mengembalikan hewan-hewan itu  kembali ke Bandara Sultan Iskandar Muda Aceh dengan pesawat GA 146 dan tiba sekitar pukul 16.33 WIB.

BKSDA Aceh menyertakan seorang petugas untuk mengawal pengiriman itu. Namun, petugas itu diberi tahu jika harimau sumatera yang dikirim sudah dikembalikan begitu tiba di Jakarta.  

"Informasi awal yang kami terima, pengembalian satwa itu dilakukan karena ada komplain dari penumpang yang mencium bau di pesawat," lanjut Afan.

 

 

 

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau