Ledakan pipa minyak

Korban Ledakan Dalam Kondisi Kritis

Kompas.com - 03/10/2012, 17:21 WIB

JAMBI, KOMPAS.com - Ledakan pipa minyak milik PT Pertamina meledak di kawasan Simpang Duo Wayat, Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, Rabu (3/10/2012), mengakibatkan 18 warga luka bakar. Lima di antaranya tewas.

Hingga Rabu sore, sebagian besar korban dalam kondisi kritis dan masih dirawat di ruang perawatan intensif (ICU) Rumah Sakit Bratanata dan Mayang Medical Center Kota Jambi yang jaraknya lebih dekat dari lokasi ledakan.

Salah satu k orban meninggal saat dilarikan ke RS MMC Jambi, bernama Agus (25 tahun). Agus langsung dibawa ke rumah duka di kawasan Musi Banyuasin, sesaat setelah meninggal .

Mariani, kakak korban baru mengetahui adiknya tewas mengalami luka bakar setelah mendapat informasi dari tetangga.

Menurut Mariani, lokasi kebakaran pipa minyak milik Pertamina terletak sekitar 2 Kilometer dari rumah korban. Selama ini korban memang sering ikut mengambil minyak mentah dari pipa Pertamina, untuk dijual kembali.

Dari keterangan sejumlah pihak, para korban adalah para pelaku pencurian minyak mentah yang kerap membocori pipa-pipa minyak milik Pertamina. Dalam kasus ini, pelaku baru akan mengambil minyak dalam pipa dengan cara mengebor pipa tersebut. Saat itulah, pipa tersebut tiba-tiba meledak. "Minyak belum sempat diambil, pipa sudah meledak," ujar Mariani. 

 

 

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau