JAKARTA, KOMPAS.com - Positifnya data perekonomian di Amerika Serikat diperkirakan bakal menekan kembali pergerakan nilai tukar rupiah pada perdagangan Kamis (4/10/2012). Cadangan devisa RI yang bertambah diharapkan dapat mengurangi volatilitas rupiah.
Kemarin rupiah ditutup melemah di level Rp 9.585 per dollar AS dari saat dibuka di level Rp 9.580 per dollar AS. Rupiah bergerak di kisaran Rp 9.580-9.595 per dollar AS. IHSG yang ditutup melemah memberikan tekanan terhadap rupiah pada penutupan kemarin sore.
Besarnya kebutuhan dollar untuk impor turut membebani pergerakan rupiah di tengah keterbatasan pasokan dollar dalam negeri. Tim riset BNI Treasury memperkirakan rupiah hari ini bergerak dengan konsolidasi hingga melemah. Rilis data ADP employment change di AS semalam yang lebih baik dari ekpektasi diperkirakan akan mengeskalasi dolar terhadap rupiah pagi ini.
NDF satu bulan di pasar offshore pagi ini dibuka turun di level Rp 9.618-9.633 per dollar AS diharapkan akan memberikan dampak positif pada pergerakan rupiah hari ini. Adanya lelang SUN hari ini dengan target Rp 5 triliun dan lelang term deposit (TD) rupiah untuk tenor 3 bulan ke atas diharapkan dapat memberikan efek positif terhadap rupiah. Meningkatnya cadangan devisa di bulan September menjadi 10,1 miliar dollar AS diperkirakan dapat menjadi tambahan kekuatan bagi Bank Indonesia untuk mengurangi volatilitas nilai tukar rupiah.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang