Negara D-8 Bahas Ketahanan Pangan di Lombok

Kompas.com - 04/10/2012, 16:06 WIB

   

 

MATARAM, KOMPAS.com-Delegasi negara-negara D-8 (Development Eight) kini sedang membahas beberapa agenda penting, terutama memantapkan ketahanan pangan, menyusul perubahan iklim global yang mengancam produksi pangan.

"Negara D-8 ini berkeinginan kuat mempererat kerja sama di berbagai bidang, termasuk bidang pertanian. Karenanya, memantapkan ketahanan pangan, menjadi agenda pembahasan negara anggota D-8 ini nanti," ujar Tri Budiprayitno, Kepala Bagian Humas Pemprov NTB, Kamis (4/10/2012) di Mataram.

Pertemuan ini berlangsung tiga hari, didahului sidang klinik yang diikut working group dan pejabat tinggi mulai Rabu-Kamis (3-4/10), dilanjutkan pertemuan antar Menteri hari Jumat (5/10). Kamis malam ini, Gubernur NTB, Zainul Majdi, menjamu para delegasi (150 peserta) dalam acara well come dinner di Hotel Jayakarta, Senggigi, Lombok Barat.

Peserta pertemuan tingkat Menteri akan dibuka Menteri Pertanian Suswono dihadiri anggota negara D-8: Malaysia,Turki, Iran, Bangladesh, Pakistan, Nigeria dan Indonesia. Hanya Delegasi Mesir dan Pakistan masih ditunggu konfirmasinya, sedang sejumlah menteri lainnya tiba dua hari belakangan, selain Menteri Pertanian Malaysia, Menteri Pertanian Iran dan Meteri Suswono dijadwalkan tiba Kamis sore ini.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau