Jakarta 1

Pelaksanaan Pelantikan Jokowi Sulit Diprediksi

Kompas.com - 04/10/2012, 16:29 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Komisi Pemilihan Umum DKI Jakarta (KPU DKI Jakarta) memprediksi bahwa pelantikan Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama sebagai Gubernur-Wakil Gubernur DKI Jakarta periode 2012-2017 akan ditunda. Pasalnya, proses administrasi pelantikan Jokowi masih panjang.

"Kemungkinan besar tidak tanggal 7 Oktober, tidak kekejar, karena masih ada proses di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Kemendagri. Untuk izin Presiden, DPRD juga harus menyiapkan undangan dan sebagainya. Kayaknya hampir tidak mungkin terkejar karena masalah administrasi saja," kata Sumarno, Ketua Kelompok Kerja Pemungutan dan Penghitungan Suara KPU DKI Jakarta, di Jakarta, Kamis (4/10/2012).

Dia mengatakan, kapan pelaksanaan pelantikan Jokowi masih sulit diprediksi. "Semuanya tergantung keluarnya keppres. Begitu ada keputusan Presiden, baru DPRD akan menyiapkan. Sulitnya menunggu Presiden meneken surat itu karena membutuhkan waktu," kata Sumarno.

Namun, KPU DKI Jakarta menjamin semua proses sebelum pelantikan berjalan lancar. "Yang jelas, menurut Kemendagri, semua proses akan dipercepat. Kami sudah ketemu Direktorat Jenderal Kesatuan Bangsa dan Politik Kemendagri dan mereka berjanji akan mempercepat prosesnya," ujarnya.

KPU DKI Jakarta telah menyurati Mahkamah Konstitusi (MK) untuk meminta surat tidak ada gugatan sengketa Pilkada DKI Jakarta. "KPU sudah bersurat kepada MK bahwa tidak ada gugatan. Kalau sudah dapat dari MK, baru nanti disampaikan ke DPRD DKI. Tadi pagi dikirain langsung dapat, sore mau dicek lagi nanti. Suratnya kalau sudah ada langsung dikirim ke DPRD," kata Sumarno.

Berita terkait dapat diikuti di topik : PILKADA DKI 2012

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau