7 Tanda Anda Butuh Konseling Pernikahan

Kompas.com - 04/10/2012, 16:54 WIB

KOMPAS.com – Konseling pernikahan tidak hanya dibutuhkan bagi Anda yang sedang berada di ujung perceraian. Padahal ada hal-hal lain di luar ambang perceraian yang bisa saja membutuhkan jasa terapi pasangan.  

Inilah 7 tanda-tanda Anda mungkin perlu konseling perkawinan:

1. Kejadian traumatis
Peristiwa kehidupan traumatis seperti kehilangan anak atau penyakit yang serius memiliki potensi untuk merusak kebahagian rumah tangga. Konseling pernikahan dapat membantu pasangan dalam mengelola stres dan mengenali perasaan yang asing serta campur aduk.

2. Masih saling mencintai
Jika Anda masih mencintai pasangan tetapi menemukan pernikahan di tempat yang sulit. Tak ada salahnya  mengambil pendekatan proaktif dengan konselor pernikahan untuk membantu menyelesaikan masalah-masalah kecil sebelum menjadi lebih besar.

3. Sudah jarang bicara
Komunikasi merupakan dasar keintiman emosional . Jika Anda dan pasangan sudah tidak saling mengobrol santai serta berbagi cerita saat mencari bantuan ahli.  Seorang terapis perkawinan dapat menawarkan strategi komunikasi yang tidak hanya membantu untuk mendapatkan Anda berbicara, tetapi untuk membuat Anda berbagi.

4. "Affair" emosional
Perselingkuhan secara emosional (tanpa kontak fisik) juga berpotensi  merusak pernikahan. Sebab, ada orang lain selain pasangan yang diam-diam Anda cintai. Cari bantuan sebelum terlambat.

5. Uang
Uang adalah sumber konflik perkawinan bagi banyak pasangan. Jika Anda dan pasangan sedang bertengkar soal uang, Terapis dapat membantu Anda berdua sampai ke akar masalah keuangan Anda dan mengarahkan pada resolusi.

6. Kemarahan
Setiap kali berbicara selalu berakhir dengan salah satu berteriak marah. Atau sebentar-bentar Anda mudah sekali terpancing emosi olehnya. Perkataan serta tindak-tanduk pasangan gampang sekali menyulut kemarahan Anda. Butuh seorang professional untuk membantu Anda melihat  hal-hal yang mendasari permusuhan.

7. Perubahan dramatis
Jika kehidupan seks Anda tiba-tiba dingin atau tiba-tiba bergejolak intens, Anda mungkin memiliki alasan untuk khawatir menurut Valerie Jencks, Pendiri dan Direktur, Prairie Family Therapy, di Chicago, AS, yang menyarankan seks kurang bisa mengindikasikan hubungan intim dengan orang lain, sedangkan peningkatan nafsu seksual mungkin dipicu oleh  gairah dari orang lain.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau