Schumacher Pensiun, Vettel Merasa Kehilangan

Kompas.com - 04/10/2012, 18:10 WIB

SUZUKA, Kompas.com - Keputusan Michael Schumacher yang memilih pensiun dari arena Formula 1 pada akhir musim 2012 ini mengundang banyak simpati. Pebalap Red Bull Racing, Sebastian Vettel, termasuk pebalap yang mengakui bahwa dirinya merasa kehilangan.

Schumacher, juara dunia tujuh kali F1, mengumumkan pengunduran dirinya itu pada Kamis (4/10/2012), di Suzuka, Jepang. Ini menjadi pensiun keduanya, setelah yang pertama pada 2006.

Vettel, yang dulu pernah mengatakan bahwa Schumacher adalah tokoh idolanya ketika masih kecil, mengakui bahwa dirinya lebih senang jika pebalap veteran asal Jerman tersebut melanjutkan kiprahnya. Tetapi, pebalap Mercedes tersebut sudah memutuskan untuk gantung helm.

"Saya pikir ini menjadi sebuah kehilangan besar. Ini sungguh menyedihkan," ujar Vettel, juara dunia 2010 dan 2011. "Ada begitu banyak orang yang menginginkan dia untuk bertahan, termasuk saya.

"Semoga dia akan tetap berada di sekitar sini dengan peran yang lain sehingga paling tidak kami bisa melihat dia dari waktu ke waktu," tutup kompatriot Schumacher ini.

Schumacher memutuskan untuk pensiun karena Mercedes tak memperpanjang kontraknya. Tim menggaet Lewis Hamilton untuk menggantikan posisinya, sehingga pebalap McLaren itu akan jadi tandem Nico Rosberg pada musim mendatang.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau