Terbukti, Kenaikan Uang Muka Bikin "Lesu"!

Kompas.com - 05/10/2012, 12:58 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Peraturan minimal uang muka 30 persen untuk kredit pembiayaan rumah ukuran luas di atas 70 meter persegi (m2) yang dikeluarkan Bank Indonesia (BI) 15 Juni lalu ternyata "sukses" memperlambat pertumbuhan rumah kelas menengah semester I tahun ini. Demikian disampaikan konsultan properti Cushman & Wakefield yang telah melakukan penelitian terhadap pengembang perumahan di daerah Jabodetabek.

Cushman & Wakefield mencatat, pertumbuhan pasokan rumah semua segmen kelas menengah semester 1 2012 hanya naik 1,8 persen, tak jauh berbeda dibandingkan pertumbuhan semester II tahun 2011 yang tumbuh 1,72 persen. Pertumbuhan paling lambat terjadi pada perumahan kelas menengah, yakni 0,97 persen. Sementara permintaan pada semester I tahun 2012 hanya tumbuh 2,66 persen. Angka pertumbuhan itu terbilang kecil jika dibandingkan pertumbuhan permintaan semester sebelumnya.

"Pelambatan pertumbuhan disebabkan terjadi saling tarik-menarik antara pengembang dan pembeli rumah kelas menengah. Pengembang menahan unitnya karena ingin melihat situasi pasar setelah beleid ditetapkan, begitu pula dengan para calon pembeli," ujar Arief Rahardjo, Head of Research and Advisory Cushman & Wakefield, dalam paparan risetnya di Jakarta, Kamis (4/10/2012) kemarin.

Sekadar catatan, semester I tahun ini, pasokan perumahan paling banyak ada di Tangerang, yakni sebesar 137.430 unit atau 46 persen dari total pasokan 298.391 unit. Peringkat kedua dari kawasan Bekasi sebanyak 78.729 unit atau 26 persen, disusul dari Bogor dan Depok yang sebanyak 61.619 unit atau sekitar 21 persen dari total pasokan. (Melati Amaya Dori)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau