Buruknya Apple Maps, Larisnya iPhone 5

Kompas.com - 05/10/2012, 15:53 WIB

 

 

KOMPAS.com - Layanan peta digital Apple Maps yang ada di sistem operasi mobile iOS 6, memang tak sebaik Google Maps. Namun, kekurangan Apple Maps ini diprediksi tak mempengaruhi tingginya permintaan smartphone terbaru dari Apple iPhone 5 di pasar global.

Hal ini diungkapkan oleh analis Shaw Wu dari lembaga riset Sterne Agee. "Meskipun banyak publikasi yang mengungkap banyak masalah pada aplikasi Apple Maps, kami belum menemukan ada perubahan pada rantai pasokan yang telah direncanakan Apple," katanya.

iPhone 5 tetap memiliki daya tarik bagi para pecinta produk Apple. Menurut keterangan resmi Apple, sebanyak 2 juta unit iPhone 5 berhasil terjual hanya dalam waktu 24 jam setelah penjualan perdana, 21 September lalu. Sedangkan 3 hari setelah penjualan perdana, Apple berhasil menjual 5 juta unit iPhone 5.

"Permintaan yang tinggi datang dari toko online yang mungkin terjadi selama 3 sampai 4 pekan," ujar Wu.

Wu juga memuji langkah Apple dalam menanggapi beragam kritik pada Apple Maps. CEO Apple Tim Cook membuat surat permintaan maaf kepada seluruh pengguna perangkat bersistem operasi iOS 6 yang memakai Apple Maps, dan menyarankan agar menggunakan layanan peta digital dari pihak lain, seperti Google, Nokia dan Bing.

"Ini dilakukan Apple agar penggunanya mendapat pengalaman terbaik," ucap Wu.

Faktor yang menghambat produksi iPhone 5

Sebelum iPhone 5 diluncurkan, beredar kabar bahwa smartphone ini kekurangan pasokan layar sehingga dapat menghambat ketersediaan iPhone 5 di pasaran. Menurut Wu, masalah pasokan layar ini telah diatasi oleh Apple.

Apple memperbarui teknologi layar di iPhone 5. Teknologi ini disebut in-cell screen technology, di mana layar dan sensor sentuhnya terintegrasi menjadi satu kesatuan. Teknologi ini membuat layar lebih tipis, namun membuat ongkos produksinya juga lebih mahal.

Wu menjelaskan, ada beberapa perangkat keras yang bisa menghambat proses produk iPhone 5. Yang pertama, adalah manufaktur baseband yang menggabungkan kemampuan koneksi nirkabel 4G LTE dalam proses fabrikasi 28nanometer (nm).

Selain itu, materi alumunium dan kaca yang menutupi tubuh iPhone 5, dikatakan Wu juga bisa menghambat proses produksi iPhone 5.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau