Festival Kota Lama di Semarang

Kompas.com - 05/10/2012, 21:02 WIB

SEMARANG, KOMPAS.com — Festival Kota Lama di Kota Semarang, Jawa Tengah, Jumat (5/10/2012), dibuka. Diharapkan kawasan kota lama dengan bangunan-bangunan cagar budayanya dapat dihidupkan kembali.

Festival kota lama yang diadakan oleh Oen's Foundation itu akan berlangsung hingga Sabtu (6/10/2012). Ada konferensi internasional mengenai konservasi warisan budaya serta bazar yang menyuguhkan aneka makanan khas Semarang.

Ketua Oen's Foundation, Harini Krisniati, mengatakan, festival yang diadakan untuk pertama kalinya itu diharapkan dapat menghidupkan kawasan kota lama. Masih banyak bangunan tua di kota lama yang belum dimanfaatkan secara optimal.

"Dalam waktu dekat, kami akan mengumpulkan para pemilik bangunan untuk berbincang mengenai apa yang para pemilik bangunan inginkan dan apa yang bisa dilakukan oleh pemerintah kota. Kami juga akan mencari investor yang tertarik memanfaatkan bangunan di kota lama," kata Harini.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengungkapkan, Pemerintah Kota Semarang sudah memiliki perda tentang pelestarian bangunan cagar budaya. Secara bertahap, Pemkot berkomitmen menghidupkan kota lama agar dapat menjadi daya tarik wisata.

Ada 103 bangunan cagar budaya di Kota Semarang dari sekitar 300-400 bangunan tua yang ada. Namun, belum banyak bangunan yang dimanfaatkan secara optimal sehingga tidak terawat. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau