Bangunan Sekolah Dasar Tiantou (laporan media pemerintah sebelumnya menyebut sekolah itu sebagai Youfang) dan tiga rumah petani terkubur, Kamis, ketika tanah longsor dari sebuah bukit melanda desa Zhenhe. Lokasi yang sama dilanda dua gempa bumi, bulan lalu, yang menyebabkan 81 orang tewas dan ratusan lainnya cedera.
Pemerintah mengonfirmasi seluruh siswa yang terkubur telah tewas. Harapan untuk menemukan siswa sekolah yang selamat lenyap, Jumat dini hari, ketika petugas penyelamat menemukan jenazah anak terakhir di balik reruntuhan.
Kantor berita pemerintah, Xinhua, bahkan menyebut petugas penyelamat menemukan jenazah korban ke-19 di balik tumpukan tanah. Belum ada penjelasan rinci mengenai korban terakhir itu. Namun, pemerintah lokal sebelumnya mengatakan satu orang hilang dari salah satu rumah petani yang tertimbun.
Tewasnya anak-anak itu menimbulkan pertanyaan mengapa mereka saat itu belajar di sekolah. Pada saat yang sama, siswa sekolah lain di seluruh China menjalani liburan nasional selama sepekan memperingati Festival Kue Bulan.
Pemerintah distrik Yiliang, yang membawahi desa Zhenhe, membela keputusan mereka mewajibkan anak-anak bersekolah di saat liburan. Anak-anak itu harus mengikuti pelajaran tambahan sebagai pengganti masa belajar yang hilang karena gangguan akibat gempa bulan September di daerah itu.
China memiliki sistem pendidikan yang sangat kompetitif dengan ujian ketat. Ujian itu yang menentukan apakah murid kemudian bisa masuk ke sekolah-sekolah yang baik.
Xinhua mengatakan, anak- anak itu dibawa ke Zhenhe dari sekolah di desa lain yang rusak parah akibat gempa. Selain korban tewas, gempa itu menyebabkan lebih dari 800 orang cedera dan 201.000 orang kehilangan tempat tinggal.
”Gunung-gunung di sekitar sekolah itu tertutup pepohonan rimbun. Tak ada tanda-tanda kemungkinan tanah longsor dalam investigasi setelah gempa bumi itu,” kata Xiao Shunxing, wakil kepala distrik.
Namun, media dalam negeri yang mengutip warga di lokasi mengatakan, mereka merasa prihatin melihat anak-anak yang harus berjalan jauh ke sekolah melewati jalan setapak pegunungan yang berlumpur, tak lama setelah gempa terjadi.
Keamanan sekolah adalah isu sensitif di China setelah ribuan siswa tewas ketika gempa berkekuatan 8,0 yang berpusat di Provinsi Sichuan mengguncang kawasan barat daya negara itu tahun 2008.
China barat daya yang berpegunungan rentan akan tanah longsor, ancaman yang diperparah oleh kegiatan gempa bumi yang kerap terjadi.