Sejak September Lokon Meletus 41 Kali.

Kompas.com - 07/10/2012, 07:29 WIB

MANADO, KOMPAS.com - Dari catatan Pos Pemantau Gunung Lokon dan Mahawu, sejak awal September 2012, Gunung Api Lokon di Tomohon sudah meletus sebanyak 41 kali. "Letusan paling terakhir terjadi Jumat (5/10/2012) pada pukul 21.37 Wita dengan abu vulkanik yang dilontarkan setinggi 1.500 meter," ujar Kepala Pos Pemantau Farid Bina, Minggu (7/10/2012).

Untuk periode 2011-2012 letusan terbanyak terjadi pada September 2011 dengan letusan sebanyak 329 kali, namun letusan tersebut tidak disertai dentuman keras. "Untuk letusan dengan dentuman keras terbanyak pada periode September 2012 ini," kata Farid.

Saat ini Gunung Lokon menjadi gunung berapi paling aktif, karena tiap saat bisa terjadi letusan. "Untuk itu masyarakat tetap diminta tidak melakukan aktivitas pada radius 2,5 kilometer dari Kawah Tompaluan," tambah Farid.

Sementara itu akibat letusan yang terjadi pada Jumat lalu, beberapa warga di Tinoor, Kakaskasen dan Kinilow yang merupakan daerah paling dekat dengan Lokon mulai terserang penyakit infeksi saluran pernafasan akut (ISPA). Dinas Kesehatan dan Sosial Kota Tomohon sejak letusan terdahsyat pada 21 September lalu, sudah membagikan 16.500 masker kepada warga.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau