Pakistan

Warga Protes Pesawat Tak Berawak AS

Kompas.com - 07/10/2012, 23:51 WIB

ISLAMABAD, KOMPAS.com - Ribuan warga Pakistan yang menentang serangan pesawat tak berawak Amerika Serikat dilarang masuk ke kawasan kesukuan di Waziristan Selatan yang berbatasan dengan Afganistan.

Penyelenggara mengatakan militer Pakistan menghadang konvoi pengunjuk rasa yang dipimpin mantan pemain kriket yang menjadi politikus Imran Khan pada Minggu (7/10/2012).

Pihak berwenang mengatakan pengunjuk rasa dilarang masuk ke wilayah kesukuan karena alasan keamanan.

Setelah berunding, Khan dan rombongannya memutuskan untuk mundur dan menggelar aksi di kota terdekat Tank.

Dalam pidatonya di Tank, Imran Khan mengecam peran pemerintah karena gagal menghentikan Amerika Serikat melakukan serangan dengan pesawat tak berawak di daerah-daerah kesukuan di dalam wilayah Pakistan.

"Serangan pesawat tak berawak melanggar hak asasi manusia, serangan-serangan ini melanggar undang-undang internasional dan kedaulatan Pakistan dan hak-hak rakyatnya," tutur Khan.

Dukungan

Menurut Imran Khan, serangan pesawat tak berawak oleh Badan Intelijen Amerika Serikat, CIA, telah menewaskan ratusan warga sipil dan memperkuat militansi Taliban.

Khan berangkat dari ibukota Pakistan, Islamabad pada Sabtu kemarin dan menggalang dukungan di sepanjang jalan sehingga jumlah pemrotes mencapai ribuan orang. Aksi ini juga diikuti puluhan aktivis dari Inggris dan Amerika Serikat.

Dia menuturkan ingin mengunjungi wilayah perbatasan yang terkena serangan pesawat-pesawat tak berawak, tetapi sejumlah kelompok militan menilai mantan bintang olahraga kriket itu adalah alat yang digunakan Barat.

Daerah-daerah kesukuan di Pakistan, misalnya Waziristan Utara dan Waziristan Selatan, berbatasan langsung dengan Afganistan dan digunakan sebagai pangkalan kelompok militan untuk melancarkan serangan di Afganistan.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau