Gunung berapi

3 Hari Lokon Terus Meletus

Kompas.com - 08/10/2012, 03:13 WIB

Manado, Kompas - Tiga hari berturut-turut Gunung Lokon di Kota Tomohon, Sulawesi Utara, terus memuntahkan material vulkanik. Kondisi tersebut membuat sejumlah wilayah di kaki gunung itu berdebu dan berlumpur. Minggu (7/10) siang, Gunung Lokon kembali meletus.

Farid Ruskanda, petugas pengamat Gunung Lokon dan Mahawu menyebutkan, letusan pada hari Minggu terjadi pukul 14.05 dan 14.19 dengan lontaran debu dan batu cukup banyak. Awalnya Lokon meletus pada Jumat malam sekitar pukul 22.00 dengan lontaran debu hingga ke Manado. Beberapa pengendara sepeda motor di Manado sempat berhenti menghindari debu itu.

”Debu di jalan cukup banyak,” kata James Koleangan, warga Sario Kotabaru, Manado. Hari Sabtu, ujar Farid, Gunung Lokon juga sempat bererupsi dengan intensitas kecil.

Meski Lokon dalam status Siaga, Pemerintah Kota Tomohon belum merekomendasikan warganya untuk mengungsi. ”Kami minta masyarakat berjaga-jaga. Kami juga siap mengungsikan warga,” kata Sekretaris Kota Tomohon Arnold Poli.

Wilayah timur

Minggu, debu Gunung Lokon turun ke wilayah timur Kota Tomohon, yakni kawasan Tinoor dan Kinilow yang berjarak sekitar 4 kilometer (km) dari puncak kawah Tompaluan. Tinggi letusan Lokon tidak bisa dipantau karena cuaca saat itu mendung disertai hujan lebat.

Hujan yang turun bersamaan dengan letusan Lokon menjadikan wilayah Tinoor dan Kinilow berlumpur. ”Lumpur Lokon terlihat di pekarangan rumah penduduk dan poros jalan Tomohon-Manado,” katanya.

Farid menambahkan, dalam tiga bulan terakhir Gunung Lokon telah meletus hampir 100 kali dengan pola letusan tak teratur. Dengan letusan sebanyak itu, Lokon tercatat sebagai gunung api teraktif di dunia. (zal)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau