Siap-siap... Selamat Datang Musim Hujan!

Kompas.com - 08/10/2012, 13:01 WIB

KOMPAS.com - Setelah kemarau panjang, hujan memberikan banyak keuntungan. Sayangnya, hujan juga membawa berbagai macam masalah ke rumah Anda.

Salah satu masalah paling sering dihadapi dalam menghadapi musim penghujan adalah kebocoran rumah. Masalah kebocoran rumah dapat terjadi mulai dari skala kecil hingga skala besar. Maka, jangan tunggu hingga Anda harus menghadapi kebocoran dalam skala besar!

Untuk itu, jika menemukan tanda-tanda kebocoran, segeralah Anda bertindak. Berikut ini hal-hal yang dapat Anda lakukan ketika menemukan kebocoran di rumah. Dengan demikian, setidaknya Anda lebih "siap perang" menghadapi musim hujan yang mulai kembali manyapa.

Menghadapi bocor

Pada saat membangun rumah, kondisi atap sebaiknya ber-angle 30 - 40 derajat. Kemiringan yang tepat merupakan salah satu cara menghindarkan air menggenang dan kebocoran.

Kurangi sambungan atap karena sambungan ini memiliki potensi besar terjadinya bocor. Lalu, jika saat ini rumah Anda sudah dibangun, perhatikan keretakan yang mungkin ada di atap rumah Anda.

Perhatikan juga bubungan atap

Jika terdapat retak rambut pada bubungan, berikan kawat kasa dan lapisi dengan cat anti-air (waterproof). Jika Anda menemukan retak besar, sebaiknya Anda membobok terlebih dahulu, baru memplester kembali bagian tersebut.

Selain memperhatikan bagian yang retak, jangan lupa juga untuk menjaga agar plafon tidak lembab. Plafon yang lembab dapat menjadi lapuk dan roboh.

Selain itu, kayu yang terpapar air karena bocoran hujan juga menjadi tempat paling disukai rayap. Khusus untuk atap asbes, jangan lupa melapisi paku baut dengan karet dan dipelingkut di area pakunya. Setelah itu, baru kemudian Anda mengebornya. Dengan begini, air tidak rembes melalui celah lubang paku.

Selesaikan masalah air rembes

Dinding dapat menjadi "korban" rembesan air. Untuk menghindarinya, sistem penyaluran air hujan (talang air) harus sudah terpasang dengan baik terlebih dahulu.

Setelah pemasangan talang sempurna, dinding outdoor sebaiknya diberikan weathershield untuk menghindari jamur. Jika jamur "terlanjur" hadir, segera kerok jamur dan cat kembali dengan cat khusus anti-air. Khusus untuk dinding batu alam, berikan vernis antijamur setiap enam bulan sekali.

Persiapan lain

Selain menghadapi kebocoran dan rembesan, ada bahaya lain yang mengincar Anda ketika musim hujan tiba. Bahaya tersebut adalah sengatan listrik. Perhatikan lampu-lampu outdoor, kabel listrik, serta pembungkusnya. Kabel listrik yang terbuka dan tergenang air dapat menyetrum siapapun yang kontak langsung dengan air.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau