Wewenang Bakrie di Bumi Plc Bakal Dilucuti?

Kompas.com - 08/10/2012, 15:38 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Sengketa antara Bumi Plc dan Bumi Resources belum berakhir. Kabar teranyar, kepemilikan Bakrie di Bumi Plc akan dilucuti oleh Nat Rothschild.

Langkah ini merupakan lanjutan atas usul Wakil Ketua Bumi Plc, Julian Horn Smith, yang berkeinginan membersihkan kinerja perusahaan setelah seorang whistleblower membeberkan dugaan pelanggaran keuangan di Bumi Resources.

The Sunday Times melaporkan, tanpa mengutip sumber, usulan ini akan menjadi bahan pembicaraan utama pada pertemuan dewan direktur Kamis besok di Singapura.

Masih dari sumber yang sama, dalam pertemuan di Singapura tersebut, akan dibahas juga mengenai rencana perombakan perjanjian antara manajemen, termasuk di dalamnya melucuti kewenangan keluarga Bakrie di Bumi Plc.

Dewan direktur Bumi Plc saat ini berada di bawah tekanan investor yang kehilangan jutaan poundsterling setelah harga saham terpuruk.

Perlu diketahui, Bumi Plc adalah perusahaan kongsi yang didirikan oleh Rothschild yang merupakan keturunan pebisnis sektor perbankan. Dia mengeluarkan 700 juta pound untuk membentuk perusahaan tunggangan yang pada akhirnya mengambil 29 persen saham Bumi Resources bersama dengan keluarga Bakrie. (Dyah Megasari/Kontan)

Ikuti Artikel Terkait Lainnya pada Topik KISRUH BUMI

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau