Istri Limbad Meminta Dilakukan Tes DNA Atas Anak Benazir

Kompas.com - 08/10/2012, 16:51 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com -- Istri Limbad Susi Indrawati masih bersikap tak menerima kehadiran Benazir Endang sebagai perempuan yang diakui oleh Limbad sudah menikah dengannya. Melalui Eddy Ribut Harwanto, kuasa hukumnya, Susi meminta dilakukan tes DNA atas anak yang baru dilahirkan oleh Benazir. Susi meragukan bahwa anak itu merupakan buah cinta Benazir dengan Limbad.

Eddy menerangkan bahwa ia datang ke Polda Metro Jaya pada Senin ini (8/10/2012) berkait dengan dua hal atas nama Susi sebagai kliennya. "Pertama, untuk mempelajari BAP (Berita Acara Pemeriksaan). Kedua, karena klien saya meminta agar anak buah cinta master Limbad dan Benazir itu, yang lahir dua minggu lalu, dites DNA," kata Eddy ketika diwawancara di Mapolda Metro Jaya.

Selain itu, terang Eddy, Susi juga ingin memastikan kapan pernikahan siri Limbad dengan Benazir dilangsungkan. Susi berharap data tersebut bisa terkumpul karena selama ini informasi yang ia terima masih simpang siur. "Klien saya ingin pembuktian, darah daging Mas Limbad, nikahnya kapan. Klien saya ingin bukti," lanjut Eddy.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau