DPRD DKI Bantah Memolorkan Pelantikan Jokowi

Kompas.com - 08/10/2012, 16:57 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta membantah mengundur-undur pelantikan Gubernur-Wakil Gubernur DKI Jakarta Terpilih, Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama.

Sekretaris Dewan, Mangara Pardede, mengatakan, surat pelantikan Jokowi tinggal menunggu dikeluarkannya Keppres pengangkatan Jokowi sebagai gubernur DKI. "Nanti kalau Keppresnya sudah keluar, akan dikembalikan ke DPRD untuk dirumuskan di dalam Badan Musyawarah DPRD DKI kapan pelantikannya. Kapan Bamus itu, Pak Ketua yang bisa menjawabnya," kata Mangara Pardede, di Gedung DPRD DKI, Jakarta, Senin, (8/10/2012).

Dia mengatakan, DPRD DKI tidak pernah memainkan permainan politik di balik pelantikan Jokowi-Basuki yang terus tertunda. "Saya ini tidak pernah mengundur-undur dan tidak pernah mendapat kepastian kenapa diundur. Tanggal 5 Oktober kemarin, kami sudah kirimkan suratnya kepada Setneg, nah sekarang Keppresnya belum keluar," kata Mangara.

Dia juga mengatakan, pelantikan Jokowi-Basuki semua kewenangan Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. DPRD mengaku siap apabila tanggal pelantikan sudah ditetapkan. "Kalau sudah diputuskan kami siap. Kalau sekarang masih tentatif karena menunggu Keppres turun dan itu kewenangannya di Setneg," ujar Mangara.

Pelantikan Jokowi-Basuki awalnya dijadwalkan pada hari Minggu (7/10/2012). Walaupun tidak ada gugatan dari tim Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli, ternyata pelantikan Jokowi-Basuki tetap molor. Pasalnya, persyaratan administratif yang digunakan untuk memenuhi syarat sah menjadi gubernur masih harus melalui proses yang panjang.

Fauzi Bowo sudah mengakhiri masa jabatannya sebagai gubernur pada Minggu (7/10/2012) kemarin. Untuk mengisi kekosongan jabatan gubernur, Mendagri menunjuk Sekretaris Daerah (Sekda) Fadjar Panjaitan untuk menjadi Pelaksana Tugas Harian (Plh) yang menjalankan tugas administratif gubernur.

Berita terkait dapat diikuti di topik : Pilkada.kompas.com

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau