Formula 1

Hamilton Ungkapkan "Misteri" di Jepang

Kompas.com - 09/10/2012, 03:49 WIB

Suzuka, Senin - Lewis Hamilton (27), juara dunia Grand Prix Formula 1 musim 2008, mengungkapkan ”misteri” yang terjadi pada kemudi kendaraan F1-nya, saat Grand Prix Jepang, di Sirkuit Suzuka, Jepang, Minggu (7/10) lalu.

Sekalipun terjadi hal yang tak diduganya atas kendaraan F1-nya tersebut, Hamilton tetap berharap peluang bagi dirinya untuk bisa mengimbangi lawan-lawannya masih terbuka.

Pebalap asal Inggris, yang tahun depan akan meninggalkan tim McLaren-Mercedes, tersebut menegaskan, kemudi mobil balap F1 yang diawakinya itu tidak berfungsi sebagaimana semestinya. Hal tersebut membuatnya tidak mampu bersaing secara kompetitif pada seri Grand Prix Jepang.

Hasilnya? Hamilton harus puas di urutan kelima. Itu sebabnya, dengan total poin 152, di urutan keempat klasemen sementara, Hamilton tertinggal 42 poin dari Fernando Alonso, pemimpin klasemen sementara Grand Prix F1 musim 2012 ini.

Seperti telah diketahui, Alonso kemarin tidak bisa menambah angkanya. Tidak lain akibat kendaraan F1-nya keluar dari lintasan pada tikungan pertama saat race baru dimulai.

Pengalaman baru

”Saya masih mampu menambah poin meskipun harus mengalami misteri tersebut. Namun, tentu, ini merupakan pengalaman yang tidak pernah saya alami sebelumnya,” ujar Hamilton.

”Mengingat mobil balap saya tidak dapat dikemudikan, seperti pada saat babak kualifikasi, seharusnya hal ini tak perlu terjadi ketika saya sudah berada dalam lintasan persaingan. Namun, (untungnya), setelah lewat 20 lap, dari 53 lap yang harus diselesaikan, kendaraan F1 saya dapat tampil luar biasa seperti biasanya,” ungkap Hamilton.(AFP/AP/NIC)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau