Perkeretaapian

Stasiun Akan Disterilkan, Peron Diperpanjang

Kompas.com - 09/10/2012, 04:01 WIB

Jakarta, Kompas - PT Kereta Api Indonesia akan menata stasiun-stasiun yang dilintasi KRL Jabodetabek. Penataan stasiun berupa perpanjangan serta sterilisasi peron akan dilakukan hingga awal tahun 2013.

”Ini penting untuk memberikan tempat yang luas bagi penumpang kereta. Penumpang mempunyai tempat luas untuk naik dan turun,” kata Direktur Komersial PT KAI Sulistyo Wimbo Hardjito, Senin (8/10).

Selama ini, peron kereta hanya cukup untuk delapan kereta dalam satu rangkaian. Dengan perpanjangan peron, PT KAI bisa menjalankan rangkaian 10 kereta.

Sterilisasi stasiun akan dilakukan untuk mencegah okupansi pedagang kaki lima hingga ke peron. Selain itu, PT KAI juga bisa mencegah penumpang tanpa tiket. PT KAI juga akan memberlakukan tiket elektronik untuk penumpang KRL mulai tahun depan.

Kepala Aset PT KAI Daop 1 Aji Bambang mengatakan, akan ada 43 stasiun di lintas Bogor dan jalur lingkar yang akan disterilisasi pada tahap awal.

Terkait dengan perpanjangan peron, ada 19 stasiun lintas Bo- gor yang dilakukan pada tahap awal.

Pendapatan nontiket

Penataan stasiun juga akan mengoptimalkan pendapatan di luar penjualan tiket. ”Hasil dari penjualan tiket sudah habis untuk biaya operasional,” kata Wimbo.

Secara nasional, pendapatan PT KAI dari pengelolaan aset nonproduksi, termasuk stasiun, hanya 3 persen tahun 2011. ”Kalau tahun depan bisa dapat 5 persen sudah baik,” ujarnya.

Ia menegaskan, PT KAI harus hidup secara mandiri. Dalam beberapa kasus, seperti pengembangan KRL Jabodetabek, perusahaan harus meminjam dana pihak ketiga. Konsekuensinya, ada kewajiban membayar bunga. Kewajiban itu yang ditutupi dari berbagai jenis pendapatan, seperti penataan area komersial di stasiun.

Menurut Kepala Aset Nonproduksi PT KAI Edi Harjono, Stasiun Cikini dan Gondangdia akan jadi percontohan. ”Selain berfungsi sebagai tempat naik-turun penumpang, kami berharap stasiun menjadi tempat pertemuan masyarakat. Akan ada juga aneka aktivitas,” katanya. (ART)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau