Marzuki Alie: Presiden Jangan Disalahkan

Kompas.com - 09/10/2012, 09:42 WIB

 MANADO, KOMPAS.com - Ketua DPR Marzuki Alie berharap masyarakat tidak selalu menyalahkan presiden dalam setiap persoalan di negeri ini, termasuk konflik Komisi Pemberantasan Korupsi dan Polri.  

Marzuki mengatakan hal itu di Manado, Senin (9/10/2012) malam se usai membuka Kongres Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) ke-33 di Auditorium Universitas Sam Ratulangi, Manado.  

Marzuki mengatakan, era reformasi telah mengubah perilaku sosial di masyarakat dengan tudingan yang salah dan tidak berdasar kepada presiden.  

"Seolah-olah semua kejadian buruk di negeri ini menjadi tanggungjawab presiden. Kalau ada kelaparan di pelosok desa kenapa presiden disalahkan, lalu di mana kepala desa, camat dan bupati atau wali kota," katanya.  

Menurut Marzuki dalam era otonomi daerah, bupati dan wali kota merupakan pengguna anggaran.  

Marzuki ditanya wartawan mengatakan tak semestinya presiden harus bertanggungjawab atas konflik KPK dan Polri. Ia malah meminta presiden jangan dijebak dalam konflik itu, sebab cukup Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan yang membina Polri. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau