Sharone Hakman, Chef yang Mantan "Financial Planner"

Kompas.com - 09/10/2012, 14:03 WIB

KOMPAS.com - Sempat memendam kecintaan pada dunia kuliner, Sharone Hakman awalnya memilih karier sebagai seorang financial planner di Amerika. Namun meski memiliki menduduki posisi strategis di kantornya, Sharone masih merasakan ketidaknyamanan dalam dirinya.

Sadar passion-nya memang di dunia kuliner, pria 30 tahun ini akhirnya mencoba untuk mengikuti impiannya untuk berkarier di dunia kuliner. Beruntung Monica, sang istri, selalu mendukung setiap keputusan yang dibuatnya.  "Saya pun akhirnya memutuskan untuk keluar dari pekerjaan di keuangan dan mengikuti mimpi saya menjadi seorang chef," tukas Sharone, saat berkunjung ke Jakarta, beberapa waktu lalu.

Karier kulinernya dimulai dengan kepindahannya ke Roma selama enam bulan untuk menjadi koki di sebuah restoran. Baginya, memasak tidak dirasakan sebagai sebuah pekerjaan, tapi lebih sebagai sebuah hobi yang menyenangkan.

Ia mengakui, kecintaannya pada dunia kuliner ditularkan oleh sang nenek. Neneknya selalu mengajarkan tentang berbagai teknik memasak tradisional. Tak hanya itu, dari neneknya pula ia belajar tentang cara memasak dengan cinta.

lamb2

Ikuti kompetisi memasak
Belum merasa puas dengan karier kulinernya, ayah dua putra ini akhirnya mencoba peruntungannya dengan mengikuti sebuah audisi kompetisi memasak pada tahun 2010, MasterChef US.

Dalam tayangan MasterChef Season 1 tersebut, terlihat bahwa salah satu titik kekuatan Sharone terletak pada hidangan bakaran (grill), platting, dan garnish. "Meskipun saya tidak bisa menggambar tapi saya sangat suka menghias makanan yang disajikan agar lebih menggugah selera. Karena, setiap makanan juga adalah seni," tambahnya. Untuk menghasilkan garnish yang unik, ia selalu mengambil inspirasi dari lingkungan sekitarnya.

Sayang, langkahnya menjadi pemenang MasterChef terganjal. Ia harus puas menduduki posisi ke-5 dari tayangan season pertama, yang menempatkan Whitney Miller sebagai juaranya. "Kekalahan ini mengajarkan saya untuk tidak cepat puas dan berani mengkritik diri sendiri. Selain itu, juga mengajarkan saya untuk tak mudah menyerah dan tetap berusaha untuk menginspirasi orang dengan cara saya sendiri," ungkapnya.

Gagal jadi pemenang ternyata tak membuatnya patah semangat. Selepas dari MasterChef ia pun melanjutkan karier kulinernya dan membangun perusahaan saus BBQ, yang diberi nama Hak's BBQ Sauce. Sebelum diproduksi secara resmi untuk kepentingan komersial, saus ini lebih dulu diperkenalkannya di salah satu tayangan MasterChef.

"Hidangan bakaran merupakan salah satu kekuatan saya, dan saus ini menjadi senjata rahasia yang selalu saya gunakan sewaktu di MasterChef," katanya.

hak's

Saus BBQ inilah yang membuatnya memenangkan tantangan MasterChef saat harus memasak untuk 500 marinir di Camp Pendleton. Saus ini memiliki racikan yang sempurna antara rasa manis dan tajam karena paduan antara bawang putih yang mengalami proses karamelisasi, dan citarasa pedas di dalamnya. Saat kritikus masakan terkenal di Amerika mengakui kenikmatan saus ini, Sharone memutuskan untuk berbagi kenikmatan Hak's BBQ Sauce kepada masyarakat umum.

Ajarkan anak ikuti mimpi
Belajar dari masa lalunya, di mana ia sempat tak berani mengejar passion-nya, kini Sharone berharap anak-anaknya tidak mengalami hal semacam itu. Sebagai ayah, ia ingin memberi contoh kepada anak-anaknya untuk berani mengikuti mimpi mereka, dan menjawab segala tantangan yang mungkin dihadapi.

"Saya sadar kalau memasak itu punya manfaat yang baik bagi anak. Sekarang, anak-anak sudah mulai belajar memasak makanan mereka sendiri," serunya.

Menurutnya, memasak bagi anak bisa meningkatkan kreativitas dan kepandaian mereka. Selain itu, mengajak anak memasak bersama bisa membantu mendekatkan hubungan orang tua dan anak. Anak-anak pun bisa menghargai makanan yang mereka masak dan lebih lahap memakannya.

FOTO-FOTO: FACEBOOK/DOK. PIAR CONSULTING

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau