PALANGKARAYA, KOMPAS.com - Persoalan sampah di Kalimantan Tengah belum bisa diselesaikan secara tuntas. Sampah masih banyak berserakan di pasar, jalan raya, hingga permukiman.
Kondisi itu mendorong Tim Penggerak (TP) Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kalteng, melakukan sosialisasi 3R.
Ketua TP PKK Kalteng, Moenartining Teras Narang, di Palangkaraya, Selasa (9/10/2012), mengatakan, pihaknya melakukan Sosialisasi Bagi Kaum Perempuan tentang Pengelolaan Persampahan. Pengelolaan dilakukan dengan reduce (mengurangi), reuse (menggunakan kembali), dan recycle (daur ulang).
Sosialisasi itu dilakukan kepada para ibu, guru, serta anggota TP PKK di Hotel Luwansa, Palangkaraya, untuk disebarkan kepada keluarga, teman, dan masyarakat di lingkungannya setelah acara itu selesai. Secara lebih luas, sosialisasi sudah diadakan di sekolah dasar dan sekolah menengah pertama di Palangkaraya.
Moenartining mengatakan, masih banyak sampah berceceran di sembarang tempat. Akibatnya, sampah menimbulkan bau kurang sedap, kotor, dan lingkungan menjadi tidak indah. Kepedulian masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya pun masih rendah.
Padahal, sampah dapat menghasilkan uang dan menghemat pengeluaran bila dikelola dengan baik, bahkan mengurangi potensi diare anak-anak. Sosialisasi dilakukan bekerja sama dengan Satuan Kerja Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman, Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kalteng.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang