Dewan Usul Bantuan Sembako Diganti Modal Usaha

Kompas.com - 09/10/2012, 19:43 WIB

PROBOLINGGO, KOMPAS.com - Komisi A DPRD Kota Probolinggo, Jawa Timur, mendesak satuan kerja perangkat daerah (SKPD) agar menciptakan inovasi sebelum Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Perhitungan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) APBD 2013 ditetapkan. Tujuannya agar kebijakan pemkot tidak terjebak dalam rutinitas sehingga manfaatnya bisa maksimal.

Salah satu kebijakan atau program yang disorot Komisi A adalah pembagian sembako dan bantuan uang, yang anggarannya termasuk dalam pos dana hibah sebesar Rp 1,5 miliar. Anggaran Rp 1,5 miliar itu ada di masing-masing lima kecamatan, dan diperuntukkan bagi warga miskin.

Menurut Ketua Komisi A, As'ad Anshari, sesungguhnya kegiatan rutin itu bagus dan merupakan kepedulian pemkot terhadap warga miskin.

"Tapi apakah harus seperti itu terus? Agar tidak terjebak dalam rutinitas, satuan kerja pemkot kami dorong untuk melakukan terobosan baru dengan mengonsep program baru. Kami juga mau mengusulkan program karena selama ini dewan belum pernah mengusulkan program ke eksekutif," kata As'ad yang juga ketua DPC PKNU, Selasa (9/10/2012).

Salah satu program yang mungkin akan ditawarkan kepada eksekutif adalah pemberdayaan masyarakat dalam hal ekonomi. Jadi, anggaran bantuan sembako dan uang kepada warga miskin, dialihkan ke pemberdayaan. Kata As'ad, anggaran dana hibah itu bisa digunakan modal usaha bagi warga miskin.

"Agar masyarakat tidak hanya menunggu pemberian terus. Mind set mereka harus diubah. Dengan dimodali usaha, mereka bisa mandiri. Pemerintah daerah dikatakan maju bila, salah satunya, anggaran hibah kecil. Artinya, ekonomi masyaakat sudah menguat," tukasnya.

Sementara Abdul Aziz, anggota Komisi A lainnya, mengusulkan agar pemkot menyediakan anggaran beasiswa kuliah bagi warga Kota Probolinggo yang berprestasi, tapi tak punya biaya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau