Satgas Kompi Zeni TNI Terbaik di Kongo

Kompas.com - 10/10/2012, 08:25 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Chief Engineering Monusco Mr Peter Leskovsky menyampaikan rasa hormat dan terima kasih kepada Letnan Kolonel Czi Sapto Widhi Nugroho dan segenap prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas Kompi Zeni TNI Konga XX-I/Monusco karena keberhasilannya dalam pembangunan kantor tentara Force Army Republik Democratik of Congo (FARDC) Sektor Rudia Dungu lebih cepat dari target waktu yang diberikan, sekaligus dapat diselesaikannya pembangunan jalan antara Dungu-Duru sejauh 84 km.  

"Dengan semangat dan kerja keras yang ditunjukkan oleh Pasukan Garuda ternyata membuahkan hasil yang membanggakan dengan predikat Quickly and Excelent sekaligus menempatkan Satgas Kompi Zeni TNI Konga XX-I/Monusco sebagai Kontingen Zeni yang terbaik di Kongo dan mendapat penghargaan langsung dari Monusco," kata Mr Peter Leskovsky dalam Military Engineering Conference yang diselenggarakan oleh Mission De L Organesation Des Nations Unies Pour La Stabilization en Republique Demokratique du Congo (Monusco) di South Kivu Head Quarter Bukavu, Kongo-Afrika, Selasa (9/10/2012).

Konferensi dihadiri oleh 40 peserta, baik dari kalangan militer maupun sipil United Nations (UN), serta diikuti perwakilan dari masing-masing kontingen Kompi Zeni yang berada di bawah jajaran Monusco, seperti Indonesia, China, Nepal, Uruguay, Afrika Selatan, dan Banglades. Military Engineering Conference dibuka oleh Asops FHQ Monusco Kolonel Inf Syeikh Ali (Pakistan Army), dengan pembicara Chief Engineering Monusco Mr Peter Leskovsky dan (HoES) Head of Engineering Section Airfield and Road Eastern DRC Monusco Mr Gautam Mukhopadhyay, sedangkan Kontingen Indonesia dihadiri oleh Komandan Satgas Letnan Kolonel Czi Sapto Widhi Nugroho yang didampingi oleh Mayor Czi Imanda Setyawan (Staf Officer Engineering Itury Brigade), Kapten Czi Rahadian Firnandi (Perwira Operasi Satgas), Kapten Czi Wachiddin (Perwira Konstruksi), dan Kapten Marinir Anang AW (Perwira Cimic).  

Dalam konferensi tersebut, Kompi Zeni TNI Konga XX-I/Monusco mendapat tugas melanjutkan rehabilitasi jalan Dungu-Ngilima sepanjang 40 km berdasarkan perintah operasi dari Force Commander Nomor 73/12 tertanggal 1 Agustus 2012, pembangunan fasilitas hanggar Satgas Helly Bangladesh Air Force, dan pengaspalan taxiway airport Dungu.  

Military Engineering Conference bertujuan untuk mengevaluasi semua pekerjaan yang telah dilaksanakan dan rencana ke depan dari masing-masing kontingen yang melaksanakan tugas dalam bidang konstruksi zeni, seperti pembuatan dan pemeliharaan jalan, lapangan terbang, serta jembatan di wilayah Kongo. Dalam konferensi tersebut juga dibahas permasalahan dari masing-masing kontingen untuk dicarikan jalan keluarnya dalam rangka mendukung kesuksesan misi damai Monusco di Kongo.  

Komandan Satgas Letnan Kolonel Czi Sapto Widhi Nugroho dalam paparannya, antara lain, menjelaskan bagaimana teknik pembuatan jalan standar dengan berbahan dasar tanah merah (limonite), mulai dari clearing membuka jalan dengan membelah hutan belantara, merobohkan pohon besar agar sinar matahari bisa menembus jalan sehingga bila terkena hujan jalan cepat meresap, dan menguapkan air supaya cepat kering serta kualitas limonite yang dipergunakan untuk menimbun badan jalan, ketebalan jalan, kelebaran jalan, bahu jalan, dan drainase di kanan dan kiri jalan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau