Lorenzo Harus Perlebar Selisih Poin

Kompas.com - 10/10/2012, 09:26 WIB

TOKYO, KOMPAS.com — Manajer tim Yamaha, Wilco Zeelenberg, mengatakan, untuk memastikan gelar juara dunia musim 2012 jatuh ke tangannya, Jorge Lorenzo harus memperlebar selisih nilai dari pesaing terdekatnya, Dani Pedrosa. Lorenzo tidak boleh hanya bertahan di posisi kedua selama empat seri tersisa meskipun cara itu juga dapat membuatnya kembali menjadi juara dunia.                

"Sirkuit Motegi merupakan sirkuit yang sulit, tetapi Lorenzo sangat termotivasi dan siap berlaga. Hal ini akan jadi awal yang baik untuk memenangi seri Jepang dan tiga seri lainnya guna memperlebar selisih poin dari pesaing terdekat," kata Zeelenberg, Rabu (10/10/2012) di Tokyo.                

Selain insiden di Assen, Lorenzo selalu finis di urutan pertama atau kedua sepanjang musim ini. Hasilnya, Lorenzo memimpin klasemen sementara dengan 290 poin dan diikuti Dani Pedrosa dengan 257 poin atau terpaut 33 poin. Jika Pedrosa selalu memenangi empat seri terakhir dan Lorenzo selalu menjadi juara kedua, Lorenzo tetap akan menjadi juara dunia dengan keunggulan 12 poin atas Pedrosa.

Pedrosa hanya dapat menyalip perolehan nilai Lorenzo jika pebalap tim Yamaha itu kembali terjatuh atau selalu finis di urutan ketiga saat Pedrosa menjuarai keempat seri tersisa. Untuk menghindari kondisi yang seperti itu, Zeelenberg meminta Lorenzo berusaha keras agar memenangi seluruh seri tersisa. Hanya kemenangan yang dapat memastikan Lorenzo menjadi juara tanpa perlu bergantung pada hasil yang dicapai rivalnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau