Production world rally championship

Subhan Aksa Songsong Reli Italia dengan Navigator Baru

Kompas.com - 10/10/2012, 16:44 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Sukses menjuarai putaran ketiga Kejurnas Reli di Medan beberapa hari lalu, tugas berat lainnya sudah menanti Subhan Aksa. Ia sudah harus mempersiapkan diri ke Reli Italia di Sardinia, 18-21 Oktober.

Ajang ini merupakan seri ke-7 FIA 2012 Production World Rally Championship (PWRC) sekaligus putaran ke-12 seri utama World Rally Championship (WRC). Beda dengan seri dunia sebelumnya, Reli Italia hanya melombakan kelas elit WRC dan PWRC, tanpa SWRC dan Rally Academy. Itu adalah 4 ajang resmi FIA yang sanksi dan regulasinya diatur badan otomotif dunia tersebut.

Buat Subhan, seri Italia sangat penting untuk mengatrol posisi di klasemen. Ia kini di 5 Besar setelah sempat berada di 3 Besar. Posisinya turun dua peringkat hanya karena finish urutan 6 di Rally Jerman silam.

“PWRC musim ini hanya tersisa dua seri Italia dan Spanyol bulan depan. Peluang terbaik di Italia karena seluruh lintasannya berkarakter gravel, hampir sama dengan lintasan reli di Indonesia. Spanyol sendiri akan berlomba di lintasan aspal,” tutur Subhan dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (10/10/2012).

Andalan Bosowa Rally Team itu menargetkan gelar juara di Italia. Motivasi dan keyakinannya terdorong berkat dua hasil runner up di Acropolis dan Selandia Baru yang juga menghamparkan trek gravel.

“Sepertinya terbuka peluang juara di sana. Kami sangat akrab dengan lintasan gravel dan tim sudah punya pengalaman cukup untuk menyeting mobil di lintasan seperti itu. Mudah-mudahan berhasil, yang jelas kami akan berjuang mendapatkan itu,” imbuhnya.

Guna memaksimalkan itu, Subhan pun mengganti navigatornya. Kebetulan juga navigator sebelumnya, Jeff Judd (Selandia Baru) punya agenda personal sehingga kali ini tak bisa mendampinginya. Sebagai penggantinya manajemen Bosowa Rally Team kemudian memilih Nicola Arena. Ia ini navigator senior Italia yang sudah punya jam terbang ikut 333 ajang reli sejak 1988. Pria berusia 44 tahun ini sudah berpasangan dengan sejumlah pereli internasional. Terakhir ia mendampingi Gianluca Linari di ajang PWRC.

“Pacenote dan pengetahuannya tentang seluk beluk Rally Italia tentu menjadi nilai plus. Kami sudah saling kenal sebelumnya, jadi faktor komunikasi pun tak akan ada masalah,” kata Subhan dalam siaran persnya, Rabu (10/10/2012).

Dari segi kompetisinya, PWRC masih menyisakan rivalitas sengit di antara kontestan. Tercatat 7 pereli masih membuka kesempatan menjadi juara dunia 2012 karena selisih poin di kelompok ini terbilang rapat. Subhan di urutan 5 dengan poin total 50.

Empat kontestan di atasnya adalah Benito Guerra (Meksiko/80), Michal Kosciuzko (Polandia/65), Valeriy Gorban (Ukraina/58), dan Marcos Ligato (Argentina/52). Jadi, masih sangat terbuka kesempatan memburu Guerra di pucuk klasemen, baik buat Subhan maupun tiga pereli lainnya.

Namun, di sisi lain, Subhan pun harus menjaga Nicholas Fuchs (Peru/46) dan Ricardo Trivino (Meksiko/42) yang menghuni peringkat 6 dan 7. Mereka ini bisa melejit sewaktu-waktu, khususnya Trivino yang tahun ini merajai Rally Class yang digelar Simtech (Belgia) untuk meramaikan serial WRC. Trivino memimpin klasemen sementara Rally Class yang diikuti 4 pereli dengan total poin 80 yang diberikan oleh Simtech sebagai promotor Rally Class.

Di atas kertas, 7 pereli ini masih berpeluang jadi juara PWRC 2012 dengan potensi masing-masing, termasuk Trivino yang harus menang di dua seri sisa sembari berharap pereli di atasnya bermasalah. Intinya, kompetisi PWRC masih ketat dan jauh lebih ketat dari WRC yang juaranya selalu mudah ditebak dan tak lari dari Sebastian Loeb. Driver Citroen itu sudah meraih gelar dunia ke-9-nya di Rally Prancis pekan lalu. Poinnya takkan terkejar dalam dua seri sisa.
 
PWRC
Dulu kelas ini dikenal sebagai Grup N. PWRC dirilis FIA (Federation Internationale de l’Autombile/Federasi Otomotif Internasional) pada 2002 dengan sedikit perubahan regulasi. Mobil yang digunakan adalah produksi massal dengan modifikasi tertentu yang dibolehkan, misalnya penggunaan turbo dan sistem penggerak 4 roda (4 wheel drive).

PWRC merupakan salah satu kelas pendukung WRC, dilombakan bersamaan dengan event WRC dan menggunakan lintasan yang sama. Kompetisi ini dikelola dan di bawah sanksi FIA. Karenanya peserta yang berhak memburu gelar juara dunia adalah mereka yang terdaftar sebagai permanent entry FIA dengan keharusan mengikuti sejumlah seri yang ditetapkan, seperti musim 2012 ini di mana peserta wajib mengikuti minimal 6 dari 8 seri yang terjadwal.

Tahun ini terdaftar 12 peserta tetap PWRC. Dua seri terdahulu, Rally Monaco dan Mexico, hanya diikuti 3 dan 5 pereli PWRC terdaftar. Karena itu enam seri tersisa bakal menyuguhkan persaingan yang amat terbuka.

Seperti halnya GP2 di ajang balap F1, PWRC adalah gerbang terdekat ke WRC sebagai level tertinggi kejuaraan reli dunia. Nasser Al-Attiyah, contohnya, telah memperkuat tim pabrik Citroen di WRC.

Kelas pendukung lainnya adalah SWRC (Super 2000 World Rally Championship) dan WRC Academy yang bertarung dalam satu merek (Ford Fiesta).

Didukung Bosowa

Bosowa Group dirintis dan didirikan oleh tokoh dan pengusaha nasional HM Aksa Mahmud di Makssar, Sulawesi Selatan, 22 Februari 1973, dengan nama CV Moneter.

Dengan prinsip dan kerja keras khas masyarakat Bugis, perusahaan yang tadinya bergerak di sektor perdagangan otomotif ini terus membesar dan berkembang secara nasional. Bosowa Group kini merambah dan eksis di berbagai sektor industri dan jasa.

Di sektor otomotif, Bosowa Group tak hanya eksis dengan hak pemasaran berbagai merek mobil di kawasan timur Indonesia. Perusahaan ini juga menunjukkan kepedulian yang besar terhadap olahraga bermotor Indonesia, khususnya reli mobil.

Selain rutin menggelar kejuaraan sebagai ajang pembinaan atlet muda, Bosowa pun mendukung sepenuhnya kiprah pereli nasional Subhan Aksa di kejuaraan dunia FIA 2012 Production World Rally Championship (PWRC) sebagai ajang penghubung juara nasional 2009 dan 2010 itu ke WRC yang merupakan level tertinggi reli dunia.

Semen menjadi primadona grup perusahaan ini dengan produk dan merek terkenalnya, Semen Bosowa. Diawali dengan pendirian pabrik PT Semen Bosowa di Maros, Sulsel, pada 1999 dan kemudian berkembang cepat dan menguasai pasar Indonesia Timur.

Sukses di timur, Bosowa masuk pasar Indonesia Barat dengan mendirikan PT Semen Bosowa Batam di Batam, Kepulauan Riau. Dan, terbaru, pada awal Mei 2012 baru lalu, sudah dimulai pembangunan pabrik PT Semen Bosowa Banyuwangi di Banyuwangi, Jawa Timur, dengan kapasitas produksi 1,2 juta ton semen per tahun.

Dengan tiga pabrik itu, Bosowa akan menyuplai sekitar 10 persen dari total kebutuhan Indonesia yang jumlahnya 45 juta ton pertahun. PT Semen Bosowa adalah perusahaan swasta nasional yang sepenuhnya dimiliki putra bangsa sendiri.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau