MEKKAH, KOMPAS.com - Sebanyak 60 jemaah haji kini sedang dalam perawatan di Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI) Mekkah. Semuanya menderita penyakit bawaan dari Tanah Air.
Demikian dikemukakan Kepala BPHI dr Agus Widiyatmoko, ketika dikonfirmasi di Mekkah, Arab Saudi, Rabu (10/10/2012) ini.
Dari jumlah itu, ungkap Agus, 90 persen berusia di atas 50 tahun, terdiri atas 36 pasien pria dan 24 pasien wanita. Sebanyak 17 jemaah Indonesia juga masih dalam perawatan di Rumah Sakit Arab Saudi setelah dirujuk dari BPHI.
"Biasanya orang-orang tua itu kan nafsu makannya menurun, dan rasa hausnya juga menurun. Anggota rombongan yang sehat seharusnya empati terhadap jemaah yang sakit, dan menanyakan apakah sudah makan atau mau makan apa, karena jemaah haji di sini kan cari makan sendiri, setelah diberikan living cost," kata Agus.
Sampai dengan Rabu pagi waktu Arab Saudi, 27 jemaah haji Indonesia meninggal di Arab Saudi, dan 90 persen di antaranya berusia di atas 50 tahun. Para jemaah sepuh ini, kata Agus, rawan di bidang kesehatan sehingga anggota rombongan lain sebaiknya lebih empati, menanyakan selera makan yang akan dibelikan.
Menurut Agus, belum ada pasien yang terjangkit penyakit tertentu di Arab Saudi. Semua penyakit pasien itu masih bawaan dari dalam negeri. Umumnya para jemaah yang dirawat itu kehilangan kebugaran, akibat kelelahan yang kemungkinan terlalu dipaksakan aktifitas beribadahnya.
Saat ini jemaah haji Indonesia yang telah berada di Mekkah berjumlah 90.640 orang dari 223 kloter. Indonesia tahun mendapat kuota 211.000 jemaah dari pemerintah Arab Saudi.
Sumber: Antara
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang