Pelajar Satu Sekolah Tawuran di Warung Kopi

Kompas.com - 10/10/2012, 18:50 WIB

SITUBONDO, KOMPAS.com - Aksi tawuran pelajar satu sekolah terjadi di terminal Situbondo, Jawa Timur. Tawuran dipicu karena salah satu pelajar SMK tersenggol saat nongkrong di sebuah warung kopi terminal, Rabu (10/10/2012). Beruntung aksi tawuran yang melibatkan puluhan pelajar satu sekolah itu, tidak sampai menelan korban jiwa.

Warga yang ada di lokasi kejadian langsung melerai mereka. Puluhan pelajar yang tawuran itu langsung membubarkan diri. Diperoleh keterangan, tawuran terjadi pada jam pulang sekolah.

Kejadiannya bermula saat seorang pelajar menunggu bus untuk pulang, tersenggol temannya satu sekolah di warung kopi. Senggolan itu membuat emosi kedua pelajar itu. Mereka cekcok hingga akhirnya berkelahi. Puluhan teman kedua pelajar itu kemudian terlibat baku hantam. Tawuran tak berlangsung lama setelah kedua belah pihak dilerai warga.

"Aksi tawuran antara pelajar sudah sering terjadi di terminal, karena usai pulang sekolah para pelajar itu sering nongkrong di terminal sembari nunggu bus dan mobil angkutan. Agar aksi tawuran antarpelajar tidak terjadi lagi, kami berharap polisi sering melakukan patroli saat jam pulang sekolah," kata seorang pedagang asongan terminal, Agus.

Di bagian lain, Kasubag Humas Polres Situbondo AKP Wahyudi mengatakan, karena perilaku pelajar di kota Situbondo sudah mulai meresahkan warga, pihaknya akan menerjunkan puluhan personel polisi ke sejumlah tempat rawan tawuran antarpelajar.

"Itu dilakukan sebagai upaya antisipasi terjadinya tawuran antarpelajar di kota Situbondo. Selain itu, kami tidak akan segan- segan memberikan sanksi tegas terhadap pelajar yang diketahui melakukan aksi tawuran," tandasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau