Hampir 5.000 Jamaah Haji DKI Telah Diberangkatkan

Kompas.com - 10/10/2012, 22:45 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebanyak 4.989 jamaah haji asal Provinsi DKI Jakarta telah diberangkatkan dari embarkasi Soekarno-Hatta. Seluruh jamaah haji asal Jakarta yang jumlahnya mencapai 7.084 jamaah dijadwalkan akan sampai di Tanah Suci pada 20 Oktober mendatang.

"Sudah lebih dari separuh jumlah total yang diberangkatkan, hingga hari ini sudah mencapai 4.989 jamaah," kata Ketua Kafilah Haji DKI Jakarta Marullah Matali saat dihubungi di Jakarta, Rabu (10/10/2012).

Ia menjelaskan, seluruh jamaah haji asal Jakarta dibagi ke dalam 16 kloter. Hingga hari ini, beberapa kloter yang sudah diberangkatkan adalah kloter 04 sebanyak 442 jamaah, kloter 05 sebanyak 454 jamaah, kloter 06 sebanyak 454 jamaah, kloter 09 sebanyak 455 jamaah, kloter 23 sebanyak 455 jamaah, kloter 24 sebanyak 455 jamaah, kloter 12 sebanyak 455 jamaah, kloter 26 sebanyak 454 jamaah, kloter 28 sebanyak 455 jamaah, dan kloter 16 sebanyak 455 jamaah.

"Jadi sudah ada 10 kloter yang sampai di Arab Saudi, sementara satu kloter lagi diberangkatkan tadi pagi dan satu kloter lagi sedang menunggu di Pondok Gede, sehingga total yang berangkat sampe besok pagi ada 12 kloter dengan jumlah jamaah 5.447 jamaah," kata Marullah.

Ia menambahkan, sebagian jamaah mengalami gangguan kesehatan. Bahkan ada seorang jamaah yang harus cuci darah. Karena kesiapan panitia haji, masalah kesehatan yang diderita oleh jamaah bisa tertangani. "Semuanya dalam kondisi terkendali, memang ada beberapa yang sakit. Ada yang dirawat di rumah sakit. Tapi sampai saat ini jamaah DKI masih lengkap, semoga lengkap sampai akhir," katanya.

Pada pelaksanaan ibadah haji tahun ini, Pemprov DKI Jakarta masih menyediakan pelayanan katering dan transportasi bagi jamaah. Pelayanan katering yang disediakan sebanyak 8.000 porsi makanan untuk jamaah. Adapun untuk fasilitas transportasi, disediakan 18 bus untuk mengantarkan jamaah yang akan beribadah ke Masjidil Haram. "Pelayanan katering dan transportasi kita sediakan. Tapi memang pelayanan transportasi memang agak minim. Kita hanya implementasikan yang diberikan oleh pemerintah pusat," ujar Marullah.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau