Nasib tenaga kerja

Buruh Bertahan di Polres Kabupaten Bekasi

Kompas.com - 11/10/2012, 00:00 WIB

BEKASI, KOMPAS.com Hingga menjelang Rabu (10/10/2012) tengah malam ini, massa buruh bertahan di kantor Kepolisian Resor Kabupaten Bekasi.

Buruh meminta petugas melepaskan tiga buruh yang ditahan, terkait kericuhan dengan petugas dalam aksi demonstrasi Rabu siang.

Nyumarno, pimpinan Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI), yang dikonfirmasi pada Rabu malam, membenarkan kedatangan massa buruh. "Untuk memberi dukungan moral," katanya.

Adapun buruh yang ditahan terkait kericuhan di depan PT Pertamina Gas di Jalan Industri, Pasirsari, Cikarang, Kabupaten Bekasi, tergabung dalam Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI). Sejumlah buruh dilaporkan terluka, saat terjadi kericuhan dengan petugas gabungan Sabhara dan Brimob.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Kompas, kericuhan terjadi ketika buruh berusaha masuk ke perusahaan yang gerbangnya dijaga polisi. Kericuhan memanas sehingga petugas menggunakan kayu rotan, hingga tembakan peluru gas air mata, untuk membubarkan massa.

Dalam kericuhan itu, petugas mengamankan dan membawa tiga buruh ke kantor Kepolisian Resor Kabupaten Bekasi. Aksi demonstrasi itu dipicu ketidakpuasan buruh, dengan sistem ketenagakerjaaan di perusahaan.

Buruh belum mendapat kejelasan status apakah sebagai pekerja kontrak waktu tertentu, pekerja kontrak tidak tertentu, atau harian lepas. Padahal, ada buruh yang telah bekerja lama. Buruh menempuh jalan demonstrasi karena sulit bertemu pihak manajemen untuk membahas tuntutan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau