BEKASI, KOMPAS.com — Hingga menjelang Rabu (10/10/2012) tengah malam ini, massa buruh bertahan di kantor Kepolisian Resor Kabupaten Bekasi.
Buruh meminta petugas melepaskan tiga buruh yang ditahan, terkait kericuhan dengan petugas dalam aksi demonstrasi Rabu siang.
Nyumarno, pimpinan Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI), yang dikonfirmasi pada Rabu malam, membenarkan kedatangan massa buruh. "Untuk memberi dukungan moral," katanya.
Adapun buruh yang ditahan terkait kericuhan di depan PT Pertamina Gas di Jalan Industri, Pasirsari, Cikarang, Kabupaten Bekasi, tergabung dalam Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI). Sejumlah buruh dilaporkan terluka, saat terjadi kericuhan dengan petugas gabungan Sabhara dan Brimob.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Kompas, kericuhan terjadi ketika buruh berusaha masuk ke perusahaan yang gerbangnya dijaga polisi. Kericuhan memanas sehingga petugas menggunakan kayu rotan, hingga tembakan peluru gas air mata, untuk membubarkan massa.
Dalam kericuhan itu, petugas mengamankan dan membawa tiga buruh ke kantor Kepolisian Resor Kabupaten Bekasi. Aksi demonstrasi itu dipicu ketidakpuasan buruh, dengan sistem ketenagakerjaaan di perusahaan.
Buruh belum mendapat kejelasan status apakah sebagai pekerja kontrak waktu tertentu, pekerja kontrak tidak tertentu, atau harian lepas. Padahal, ada buruh yang telah bekerja lama. Buruh menempuh jalan demonstrasi karena sulit bertemu pihak manajemen untuk membahas tuntutan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang