Pwrc

Subhan Targetkan Juara di Italia

Kompas.com - 11/10/2012, 03:29 WIB

Jakarta, Kompas - Pereli Indonesia, Subhan Aksa, menargetkan dapat merebut podium tertinggi saat mengikuti Reli Italia di Sardinia, 18-21 Oktober mendatang. Medan reli yang berupa jalanan tanah yang berkerikil adalah lintasan yang sangat disukai Subhan.

”Karakter lintasan reli di Italia sama seperti di Indonesia. Saya sangat terbiasa di jalanan tanah dan sering mendapat hasil baik di kondisi itu,” kata Subhan, Rabu (10/10), di Jakarta.

Di Reli Selandia Baru dan Reli Acropolis Yunani, Subhan berhasil merebut posisi kedua. Di kedua reli itu, lintasan yang dilalui oleh para pereli adalah jalanan tanah yang berkerikil.

Di Reli Medan yang baru saja usai pekan lalu, Subhan juga tampil sebagai juara. Lagi-lagi, jalanan tanah berkerikil mendukung laju Subhan untuk mengembangkan kecepatan sampai tingkat tertinggi.

Di Reli Italia, Subhan akan berlaga di kelas Production World Rally Championship (PWRC). Ajang itu menjadi seri ketujuh PWRC dan sekaligus seri ke-12 ajang kelas utama Kejuaraan Reli Dunia atau World Rally Championship (WRC).

Dalam ajang PWRC, Subhan berada di posisi kelima klasemen sementara. Subhan memerlukan kemenangan di Italia untuk mendongkrak posisinya kembali ke urutan tiga besar, seperti sebelum mengikuti Reli Jerman.

Di Jerman, Subhan mendapatkan penalti sehingga finis di urutan keenam. Hasil itu membuatnya melorot dari urutan ketiga menjadi kelima.

Di sisi lain, hanya ada dua reli lagi yang tersisa dalam ajang PWRC, yaitu Reli Italia dan Spanyol. Reli di Spanyol menggunakan jalanan beraspal dan Subhan belum terlalu berpengalaman di lintasan tersebut.

”Peluang untuk menjadi juara di Italia sangat terbuka dan harus kami optimalkan karena di Spanyol bakal lebih sulit. Tim kami juga sudah menyiapkan setelan mobil untuk mencapai kecepatan tertinggi,” kata Subhan, yang bakal mengendarai mobil Mitsubishi Evolution X.

Persaingan di PWRC masih sangat ketat. Subhan di posisi kelima mengantongi 50 poin. Posisi pertama sampai keempat ditempati oleh Benito Guerra dari Meksiko dengan 80 poin, Michal Kosciuzko (Polandia, 65 poin), Valeriy Gorban (Ukraina, 58 poin), dan Marcos Ligato (Argentina, 52 poin).

Dengan selisih skor yang sangat tipis, peluang Subhan untuk merebut posisi ketiga masih sangat terbuka. Jika mampu menjadi juara di Italia, posisi tiga besar dapat langsung direbut meskipun tetap belum aman sampai akhir musim.

Ganti navigator

Untuk mewujudkan targetnya menjadi juara di Italia, Bosowa Rally Team mengganti navigatornya, dari Jeff Judd dari Selandia Baru menjadi Nicola Arena dari Italia. Arena adalah navigator senior Italia dan memiliki pengalaman mengikuti 333 reli sejak 1988.

Pria berusia 44 tahun itu sudah pernah berpasangan dengan sejumlah pereli internasional. Pada reli terakhir, Arena mendampingi Gianluca Linari dari Italia di ajang PWRC.

”Arena sangat mengetahui seluk-beluk Reli Italia dan memiliki pacenote (catatan medan dan kecepatan) yang sangat bagus. Kami sudah saling mengenal dan bahasa Inggris-nya bagus sehingga tidak ada masalah dalam berkomunikasi,” kata Subhan.

Selain karena Arena sangat mengenal lintasan di Reli Italia, pergantian navigator itu juga dilakukan oleh Tim Reli Bosowa karena Judd sedang dalam kondisi cedera punggung. Rasa sakit selama mengikuti Reli Jerman membuat Judd lupa memasukkan laporan setelah melintasi suatu etape. Kejadian itu membuat Subhan terkena penalti saat masih memimpin jalannya reli. (ECA)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau