Jakarta, Kompas
”Karakter lintasan reli di Italia sama seperti di Indonesia. Saya sangat terbiasa di jalanan tanah dan sering mendapat hasil baik di kondisi itu,” kata Subhan, Rabu (10/10), di Jakarta.
Di Reli Selandia Baru dan Reli Acropolis Yunani, Subhan berhasil merebut posisi kedua. Di kedua reli itu, lintasan yang dilalui oleh para pereli adalah jalanan tanah yang berkerikil.
Di Reli Medan yang baru saja usai pekan lalu, Subhan juga tampil sebagai juara. Lagi-lagi, jalanan tanah berkerikil mendukung laju Subhan untuk mengembangkan kecepatan sampai tingkat tertinggi.
Di Reli Italia, Subhan akan berlaga di kelas Production World Rally Championship (PWRC). Ajang itu menjadi seri ketujuh PWRC dan sekaligus seri ke-12 ajang kelas utama Kejuaraan Reli Dunia atau World Rally Championship (WRC).
Dalam ajang PWRC, Subhan berada di posisi kelima klasemen sementara. Subhan memerlukan kemenangan di Italia untuk mendongkrak posisinya kembali ke urutan tiga besar, seperti sebelum mengikuti Reli Jerman.
Di Jerman, Subhan mendapatkan penalti sehingga finis di urutan keenam. Hasil itu membuatnya melorot dari urutan ketiga menjadi kelima.
Di sisi lain, hanya ada dua reli lagi yang tersisa dalam ajang PWRC, yaitu Reli Italia dan Spanyol. Reli di Spanyol menggunakan jalanan beraspal dan Subhan belum terlalu berpengalaman di lintasan tersebut.
”Peluang untuk menjadi juara di Italia sangat terbuka dan harus kami optimalkan karena di Spanyol bakal lebih sulit. Tim kami juga sudah menyiapkan setelan mobil untuk mencapai kecepatan tertinggi,” kata Subhan, yang bakal mengendarai mobil Mitsubishi Evolution X.
Persaingan di PWRC masih sangat ketat. Subhan di posisi kelima mengantongi 50 poin. Posisi pertama sampai keempat ditempati oleh Benito Guerra dari Meksiko dengan 80 poin, Michal Kosciuzko (Polandia, 65 poin), Valeriy Gorban (Ukraina, 58 poin), dan Marcos Ligato (Argentina, 52 poin).
Dengan selisih skor yang sangat tipis, peluang Subhan untuk merebut posisi ketiga masih sangat terbuka. Jika mampu menjadi juara di Italia, posisi tiga besar dapat langsung direbut meskipun tetap belum aman sampai akhir musim.
Untuk mewujudkan targetnya menjadi juara di Italia, Bosowa Rally Team mengganti navigatornya, dari Jeff Judd dari Selandia Baru menjadi Nicola Arena dari Italia. Arena adalah navigator senior Italia dan memiliki pengalaman mengikuti 333 reli sejak 1988.
Pria berusia 44 tahun itu sudah pernah berpasangan dengan sejumlah pereli internasional. Pada reli terakhir, Arena mendampingi Gianluca Linari dari Italia di ajang PWRC.
”Arena sangat mengetahui seluk-beluk Reli Italia dan memiliki
Selain karena Arena sangat mengenal lintasan di Reli Italia, pergantian navigator itu juga dilakukan oleh Tim Reli Bosowa karena Judd sedang dalam kondisi cedera punggung. Rasa sakit selama mengikuti Reli Jerman membuat Judd lupa memasukkan laporan setelah melintasi suatu etape. Kejadian itu membuat Subhan terkena penalti saat masih memimpin jalannya reli. (ECA)