Berita Negatif di Media Juga Memicu Stres

Kompas.com - 11/10/2012, 10:42 WIB

KOMPAS.com  Stres bukan hanya muncul karena kita sedang ada masalah pribadi atau dikejar deadline di kantor. Membaca atau menonton berita-berita negatif di media massa ternyata juga bisa menyebabkan stres.

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal PLos One dan melibatkan 60 orang menyebutkan, pengaruh berita negatif di media massa lebih nyata pada kaum wanita dibandingkan dengan pria.

Padahal, berita-berita negatif telah menjadi "makanan" sehari-hari di media kita. Berita mengenai pembunuhan, perampokan, krisis ekonomi, hingga konflik dan peperangan mendapatkan porsi yang lebih besar di media dibanding berita positif.

"Memang berita di media saja tidak cukup meningkatkan level stres, tetapi membaca berita tersebut akan membuat wanita lebih reaktif dan memengaruhi respons psikologi mereka pada situasi stres berikutnya," kata Marie-France Marin dari Universitas Montreal, yang melakukan penelitian ini.

Para wanita dinilai secara alami lebih mampu mengenali ancaman pada anak-anak mereka sehingga berpengaruh pada cara mereka merespons stres. Apalagi, para wanita juga memang lebih reaktif pada stres dibanding pria.

Sayangnya, agak sulit menghindar sama sekali dari paparan berita negatif. Yang bisa kita lakukan mungkin mencoba menggali sisi positif dari berita yang kita baca. Sisihkan waktu untuk rileks, menikmati hobi atau aktivitas yang disukai.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau