Pakistan

Aparat Keamanan Pindahkan Melala ke Rawalpindi

Kompas.com - 11/10/2012, 17:31 WIB

ISLAMABAD, KOMPAS.com - Aktivis remaja Pakistan, Malala Yousafzai (14) yang ditembak Taliban beberapa hari lalu, kini tengah dipindahkan ke kota Rawalpindi, Kamis (11/10/2012).

Pemindahan Malala yang kini dirawat di rumah sakit tentara Peshawar semata karena alasan keamanan. Namun pemerintah Pakistan belum memberikan pernyataan lebih jauh.

"Malala saat ini masih berada dalam bahaya meski kondisinya membaik. Dia kini dibawa ke Rawalpindi," kata Gubernur Provinsi Khyber Pakhtunkhwa, Masood Kausar kepada para wartawan.

Sebelumnya salah seorang dokter, Mumtaz Khan, mengatakan kondisi Malala masih dalam keadaan kritis di rumah sakit militer, dua hari setelah ditembak di Lembah Swat.

Salah seorang kerabat Melala, Mehmoodul Hasan mengatakan para dokter memberi tahu keluarga bahwa kondisi Melala membaik, namun masih diperlukan pemeriksaan lebih lanjut.


Selain memindahkan ke Rawalpindi, rencana lain adalah membawa Malala ke luar negeri. Namun sumber militer kepada AFP mengatakan Malala terlalu lemah untuk menempuh perjalanan jauh. Meski demikian militer AS menyatakan siap membawa dan mengobati remaja itu jika dibutuhkan.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau