MAKASSAR, KOMPAS.com - Pasca-tawuran yang terjadi dua kali di tempat berbeda yakni di Universitas Negeri Makassar (UNM) Parangtambung dan Rumah Sakit (RS) Haji Sulsel Jalan Daeng Tata, aparat kepolisian baru mengamankan seorang mahasiswa yang diduga terlibat dalam penyerangan.
Kepala Bagian Operasional (Kabag Ops) Polrestabes Makassar AKBP Hotman yang dikonfirmasi Kompas.com mengatakan bahwa setelah penyerangan di RS, pihaknya langsung mengamankan satu orang yang diduga ikut terlibat dalam penyerangan.
"Kami telah mengamankan salah satu yang diduga ikut serta, tapi dia masih sebatas saksi. Mengenai namanya, saya belum tahu. Tapi masih terus menjalani pemeriksaan di Polrestabes Makassar," kata Hotman di RS Bhayangkara.
Mahasiswa itu diamankan sesaat setelah aksi tawuran kedua terjadi, yakni di RS Haji. "Dia diamankan di saat aksi tawuran terjadi, di sekitaran rumah warga dan RS," ungkapnya.
Menurut informasi yang diperoleh, pemicu tawuran diduga adanya aksi pengeroyokan terhadap salah seorang mahasiswa Teknik angkatan 2008 oleh mahasiswa jurusan Seni. Korban saat itu hendak memarkirkan motornya di tempat parkir di kampusnya.
Aparat gabungan polsek Tamalate dan Rappocini yang turun di lapangan langsung menjaga lokasi tawuran, dan menyisir kampus untuk mencari beberapa senjata yang digunakan dalam tawuran.
Sementara itu, akibat tawuran ini, 9 orang mahasiswa Fakultas Teknik dan 4 mahasiswa jurusan Seni terluka akibat terkena anak panah. Mereka langsung dilarikan ke RS Haji.
Bukan hanya itu, sebanyak 4 motor yang terparkir di kampus rusak akibat dibakar. Selain itu, satu baruga seni Colik Pujie dan satu kantin German juga dibakar.
Tawuran antarmahasiswa se-universitas itu menyebabkan dua mahasiswa tewas, yakni Rizky Munandar dan Haryanto, keduanya mahasiswa Fakultas Teknik. Mereka tewas dikeroyok saat menjenguk empat rekannya yang terkena anak panah di RS Haji.
Berdasarkan informasi dari tukang parkir RS Haji, peristiwa bermula saat beberapa mahasiswa baru tiba di tempat parkir RS Haji. Tiba-tiba muncul rombongan mahasiswa lain dan mereka langsung memukul dan menikam mahasiswa yang ada di tempat parkir RS Haji.
"Mereka langsung berkelahi, dan tiba-tiba di antara mahasiswa yang menyerang tadi mengeluarkan badik dan menikam semua yang ada di parkiran," katanya.
Korban terkena tikaman langsung ditangani tim dokter RS Haji. Namun nahas, dua diantaranya yakni Rizky Munandar dan Hariyanto, nyawanya tak dapat ditolong karena luka parah di bagian dada sebelah kiri. Kedua korban tewas itu merupakan mahasiswa fakultas Teknik UNM angkatan 2008.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang